DCNews, Samarinda — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur meluncurkan tiga modul ajar literasi keuangan bagi siswa SMA dan SMK. Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman generasi muda dalam mengelola uang sekaligus melindungi mereka dari jeratan pinjaman online ilegal dan judi daring.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, dikutip DCNews, Rabu (20/8/2025) mengatakan modul tersebut disusun selama delapan bulan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan.
Tiga modul yang diperkenalkan masing-masing berjudul Cinta Bangga Paham Rupiah, Kembang Sentralan, dan Digitalisasi Sistem Pembayaran.
“Literasi keuangan di kalangan usia muda, khususnya di bawah 25 tahun, masih tergolong rendah. Padahal kelompok ini sangat dekat dengan dunia digital sehingga rentan terjebak pinjol ilegal maupun judi online. Karena itu, sejak bangku sekolah mereka harus dibekali pemahaman cara mengelola uang secara bijak,” kata Budi.
Modul ini dapat diintegrasikan ke mata pelajaran ekonomi, akuntansi, maupun perbankan. Meski ada perbedaan teknis antara SMA dan SMK, substansi materi tetap seragam dengan menitikberatkan pada ekonomi kebangsaan. Guru juga dilibatkan untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan kapasitas siswa.
Selain untuk SMA dan SMK, BI Kaltim menargetkan perluasan penggunaan modul ke tingkat SMP serta masyarakat umum. Peran guru dianggap krusial dalam memastikan pesan literasi keuangan dapat dipahami generasi muda.
“Guru adalah ujung tombak penyebaran literasi keuangan. Dengan modul ini, mereka bisa lebih mudah mengajarkan siswa berhati-hati dalam menggunakan uang jajan maupun mengelola transaksi digital,” ujar Budi.
BI berharap program ini menjadi fondasi bagi generasi muda agar tidak hanya melek finansial, tetapi juga mampu memanfaatkan sistem keuangan dan pembayaran digital secara sehat dan produktif. ***

