Harga Emas Antam Turun Rp 24.000, Tertekan Inflasi Produsen AS Tertinggi Sejak 2022

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok Rp 24.000 per gram pada Jumat (15/8/2025), seiring tekanan dari lonjakan inflasi produsen Amerika Serikat yang mencatat rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Koreksi ini menjadi sinyal bahwa pasar emas global tengah berhadapan dengan ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama.

Harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 1.909.000/gram, turun Rp 24.000 dari posisi kemarin. Harga pembelian kembali (buyback) juga terkoreksi di level Rp 1.755.000/gram, melemah dalam jumlah yang sama.

Di pasar global, harga emas spot ditutup di US$ 3.332,8 per troy ons, turun 0,7% usai reli dua hari berturut-turut yang hanya mampu mengangkat harga sebesar 0,43%. Tekanan datang dari rilis data inflasi produsen AS pada Juli yang mengejutkan pasar.

Tabel daftar harga emas Logam Mulia Antam selengkapnya untuk hari ini:

Tabel daftar harga emas Logam Mulia Antam selengkapnya untuk hari ini. (Ist)

Menurut US Bureau of Labor Statistics, inflasi tingkat produsen naik 0,9% secara bulanan (mtm), jauh melampaui ekspektasi 0,2% dan menjadi yang tertinggi sejak Juni 2022. Secara tahunan, inflasi produsen mencapai 3,3% (yoy), juga melampaui prediksi 2,5%.

Inflasi inti di tingkat produsen pun melonjak 0,9% mtm dan 3,7% yoy, masing-masing di atas perkiraan 0,2% dan 2,9%. Lonjakan ini memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menunda atau memperlambat pemangkasan suku bunga acuannya.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga 25 basis poin menjadi 4–4,25% kini berada di 92,1%, turun dari 94,3% sehari sebelumnya. Sementara peluang suku bunga bertahan di 4,25–4,5% naik menjadi 7,9% dari sebelumnya 0%.

Bagi emas—sebagai aset tanpa imbal hasil—kondisi suku bunga tinggi menjadi hambatan serius. Investor cenderung memilih instrumen yang menawarkan yield ketika biaya memegang emas semakin mahal.

Analisis Singkat

Koreksi harga emas Antam mencerminkan betapa sensitifnya pasar logam mulia terhadap dinamika moneter AS. Jika inflasi produsen terus menanjak, ruang bagi penurunan suku bunga akan semakin sempit, yang berarti harga emas berpotensi tertahan dalam jangka menengah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Abdullah Dorong Investasi Bodong Masuk RUU Perampasan Aset, Hak Korban Harus Diprioritaskan

DCNews, Jakarta – Pengembalian kerugian masyarakat harus menjadi prioritas...

Inklusi Keuangan Sumbar Tembus 95,37 Persen, OJK Soroti Ancaman Pinjol dan Penipuan Digital

DCNews, Padang – Tingginya akses masyarakat Sumatera Barat terhadap layanan...

50 Kepala Sekolah di Kuningan Dapat Penugasan Baru, 42 Persen Guru Disorot Terjerat Pinjol

DCNews, Kuningan – Persoalan literasi siswa dan kesejahteraan guru...

Harga Emas Antam Hari Ini 3 November 2026 Naik Rp10.000, Simak Daftar Harga Terbaru

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang...