BI Gelontorkan Rp80 Triliun Dukung Program 3 Juta Rumah, Kuota Subsidi 2025 Naik Drastis

Date:

DCNews, Jakarta — Bank Indonesia (BI) mengucurkan insentif likuiditas hingga Rp80 triliun untuk mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah, termasuk penurunan giro wajib minimum (GWM) perbankan yang dialokasikan khusus ke sektor perumahan rakyat. Dukungan ini diharapkan mampu memperluas akses hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, sejak awal tahun pihaknya telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pemerintah senilai Rp155 triliun, dengan sekitar Rp45 triliun dialokasikan Kementerian Keuangan untuk pendanaan perumahan rakyat.

“Ada tiga alasan sektor perumahan rakyat menjadi prioritas, yakni menyejahterakan masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Perry, Sabtu (9/8/2025).

Ia menambahkan, kemajuan sektor perumahan akan berdampak pada rantai pasok industri pendukung, mulai dari penjualan pasir, batu bata, semen, besi, hingga genteng. “Kalau perumahan maju, semua sektor ikut terdorong,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa kuota rumah subsidi 2025 meningkat signifikan menjadi 350.000 unit, dibandingkan sekitar 200.000 unit pada tahun lalu.

Kuota tersebut dialokasikan untuk berbagai kelompok, antara lain petani (20.000 unit), nelayan (20.000 unit), buruh (20.000 unit), wartawan (3.000 unit), sopir (8.000 unit), dan guru (20.000 unit).

Menurut Maruarar, skema pembiayaan rumah subsidi menawarkan bunga hanya 5 persen, jauh di bawah bunga rumah komersial yang mencapai 12 persen, dengan uang muka (DP) cukup 1 persen. “Ini terobosan yang membuat peminat rumah subsidi sangat tinggi,” ujarnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kang Dahlan Sebut Program Literasi Keuangan OJK Penting untuk Stabilitas Ekonomi Masa Depan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kompleksitas ekonomi digital...

OJK: Literasi Keuangan Harus Masuk Kurikulum Demi Masa Depan Finansial Anak Muda

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi finansial...

Standar Kinerja Tinggi ala Prabowo: Fahri Hamzah Ungkap Tekanan Hasil Nyata di Dalam Kabinet

DCNews, Jakarta — Di balik ritme kerja pemerintahan yang...

Market Brief 18 April 2026: Emas Stabil, Minyak Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Baru Berturut-turut

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Sabtu ini...