Drone Ukraina Hantam Pabrik Senjata Rusia di Chuvashia, Produksi Sistem Rudal Iskander Terhenti

Date:

DCNews, Chjvashia — Dalam eskalasi terbaru perang udara jarak jauh, Ukraina mengklaim dua drone militer menyerang fasilitas riset dan produksi elektronik di wilayah Chuvashia, Rusia—pabrik strategis yang diduga memasok komponen penting bagi sistem persenjataan seperti rudal Iskander dan drone Shahed.

Serangan itu terjadi di kota Cheboksary, sekitar 1.300 kilometer dari perbatasan Ukraina. Gubernur Chuvashia, Oleg Nikolayev, mengonfirmasi bahwa aktivitas di pabrik tersebut sempat dihentikan sementara demi melindungi keselamatan karyawan. Dalam pernyataan publik melalui Telegram, Nikolayev tidak merinci skala kerusakan, namun memastikan tidak ada korban jiwa.

Kepala Pusat Penanggulangan Propaganda Ukraina, Andriy Kovalenko, sebagaimana dikutip DCNews, Senin (9/6/2025) menyebut fasilitas tersebut terlibat dalam proses perakitan sistem rudal Iskander, sistem navigasi drone Shahed, dan komponen untuk bom luncur yang digunakan Rusia dalam serangan terhadap Ukraina.

Serangan drone ini berlangsung di tengah gelombang baru serangan udara Rusia ke berbagai wilayah Ukraina. Dalam 24 jam terakhir, Moskow dilaporkan meluncurkan 499 rudal dan drone, termasuk empat rudal hipersonik Kinzhal dan 14 rudal jelajah. Militer Ukraina menyatakan berhasil mencegat atau mengacaukan 479 proyektil tersebut melalui sistem pertahanan udara yang tersebar di berbagai wilayah.

Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan pekan lalu, mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan akan ada “respons serius” terhadap operasi udara Ukraina yang menghancurkan beberapa pembom strategis di pangkalan militer Rusia.

Ukraina terus menargetkan pabrik-pabrik senjata Rusia sebagai bagian dari strategi militer jarak jauh sejak invasi besar-besaran oleh Moskow dimulai empat tahun lalu. Meski perwakilan Kyiv dan Moskow sempat dua kali bertemu di Turki dalam sebulan terakhir, pembicaraan damai belum membuahkan hasil konkret. Rusia hingga kini menolak tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, untuk menyepakati gencatan senjata permanen. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemkot Bogor Perluas Sosialisasi Anti Pinjol dan Judi Online 2026, Sasar Kelompok Rentan

DCNews, Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperluas strategi...

Prancis Tetapkan Roadmap Hentikan Energi Fosil 2050, Batu Bara Disetop 2030

DCNews, Paris — Prancis meluncurkan peta jalan nasional untuk...

Aktris Jadi Korban Dugaan Penipuan Bisnis di Bali, Usaha Kuliner Hancur dan Diteror Debt Collector

DCNews, Jakarta — Di balik geliat industri pariwisata Bali yang...

Polisi Harus Investigasi Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen Debt Collector Pembelian Mobil Mewah di Jawa Timur

DCNews, Jakarta – Mobil mewah Lexus RX350 milik Andy...