Ekonomi Memburuk, Warga Amerika Kian Andalkan Skema Paylater untuk Belanja Bahan Makanan

Date:

DCNews, Washington — Dihadapkan pada inflasi yang membandel dan suku bunga yang tinggi, akibat kebijakan pemerintahannya, semakin banyak warga Amerika Serikat yang mengandalkan layanan “beli sekarang, bayar nanti” (BNPL/Paylater) hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan sehari-hari. Kondisi tersebut sebuah tanda mencemaskan dari memburuknya tekanan ekonomi di seluruh negeri.

Sebuah survei baru dari platform pinjaman daring LendingTre, yang dikutip Selasa (29/4/2022) mengungkapkan bahwa hampir separuh konsumen Amerika berusia 18 hingga 70 tahun telah menggunakan layanan BNPL.

Para analis memperingatkan bahwa tren ini kecil kemungkinan akan berbalik dalam waktu dekat, mengaitkannya dengan ketidakstabilan ekonomi yang diperparah oleh kebijakan mantan Presiden Donald Trump.

Survei yang dilakukan pada awal April terhadap sekitar 2.000 responden itu menyoroti lonjakan tajam penggunaan pinjaman berjangka pendek untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sekitar 25% pengguna melaporkan menggunakan layanan BNPL untuk membayar bahan makanan — hampir dua kali lipat dari 14% pada tahun lalu.

Praktik ini paling umum di kalangan konsumen Generasi Z, dengan bahan makanan menjadi pembelian BNPL keempat terbanyak.

Meskipun layanan BNPL kerap menawarkan cicilan tanpa bunga dan tidak mempertimbangkan skor kredit, sistem ini menyimpan banyak risiko tersembunyi.

LendingTree menemukan bahwa 41% pengguna mengaku pernah terlambat membayar — peningkatan signifikan dari 34% pada tahun sebelumnya. Hampir satu dari empat pengguna bahkan memiliki tiga atau lebih pinjaman BNPL aktif secara bersamaan.

Tingkat literasi keuangan terkait BNPL juga masih rendah. Sebanyak 62% pengguna secara keliru percaya bahwa pinjaman jenis ini dapat meningkatkan skor kredit mereka, sementara 26% lainnya mengaku tidak yakin.

Para ahli memperingatkan bahwa kesalahpahaman ini dapat membuat banyak orang terjerat utang.

Alat Bermanfaat

Matt Schulz, kepala analis kredit konsumen di LendingTree, menggambarkan BNPL sebagai alat yang bermanfaat — bila digunakan dengan bijak.

“Ini adalah opsi cicilan bebas bunga yang sangat berguna jika dikelola dengan benar. Tetapi ada banyak risiko besar jika disalahgunakan,” ujar Schulz.

Ia menambahkan, tekanan makroekonomi seperti inflasi yang terus tinggi, biaya pinjaman yang mahal, dan ketidakpastian terkait tarif perdagangan memaksa banyak warga Amerika untuk mengulur anggaran mereka dengan segala cara — pola yang diperkirakan akan memburuk sebelum ada perbaikan.

“Ini bukan hanya soal gaya hidup konsumtif. Bagi banyak keluarga, ini soal bertahan hidup.” pungkas Schulz. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Dorong Ekspor Produk Kelapa Sumsel, Program Sultan Muda XporA 2026 Perkuat Ekonomi Daerah

DCNews, Palembang — Di tengah upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis...

Bawa Nama BFI, Oknum Debt Collector Nyaris Rampas Paksa Mobil Mewah Cash di Surabaya

DCNews, Surabaya - Upaya penarikan kendaraan oleh oknum debt...

Survei Nasional 2025: Literasi Keuangan Perempuan Turun, Gap dengan Inklusi Menganga

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan indeks...

DPR Sahkan UU PPRT, Fahri Hamzah Sebut Tonggak Sejarah Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

DCNews, Jakarta — Paripurna DPR RI, resmi mengesahkan Rancangan...