Rusia Lancarkan Serangan Udara Terbesar ke Kyiv dalam Empat Tahun, Beberapa Jam Setelah Pertukaran Tawanan

Date:

DCNews, Ukraina – Langit Kyiv kembali bergetar pada Sabtu malam ketika sirene udara meraung dan ledakan menggema di seluruh ibu kota Ukraina. Selama lebih dari tujuh jam, Rusia menggempur kota itu dengan gelombang pesawat nirawak dan rudal dalam salah satu serangan udara paling intens sejak invasi besar-besaran dimulai pada Februari 2021.

Serangan itu terjadi hanya berselang beberapa jam setelah Moskow dan Kyiv mengumumkan tahap kedua dari pertukaran tawanan terbesar dalam beberapa bulan terakhir, menandai eskalasi tajam dalam konflik yang kini memasuki tahun keempatnya.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, sebanyak 307 tawanan dari masing-masing pihak dipertukarkan di dekat perbatasan utara Ukraina dengan Belarus. Sumber militer Ukraina, yang berbicara secara anonim karena tidak berwenang memberikan pernyataan resmi, menyebut pertukaran itu sebagai bagian dari negosiasi berlarut yang difasilitasi oleh mediator dari Uni Emirat Arab.

Namun suasana yang sempat diwarnai secercah harapan itu sirna dalam hitungan jam.

“Kyiv mengalami malam terpanjang dalam beberapa bulan terakhir. Sistem pertahanan udara bekerja tanpa henti. Puing-puing dari proyektil yang dicegat jatuh di sejumlah distrik. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi ini jelas bukan serangan biasa,” ujar Wali Kota Vitali Klitschko dalam pernyataan melalui Telegram.

Beberapa warga dilaporkan mengungsi ke stasiun bawah tanah dan bunker darurat. Suara ledakan terdengar dari distrik Darnytskyi, Solomianskyi, hingga Shevchenkivskyi. Jurnalis lokal melaporkan adanya kebakaran kecil akibat serpihan rudal yang jatuh di dekat permukiman sipil.

Militer Ukraina mengklaim telah menembak jatuh mayoritas dari lebih dari 40 target udara yang diluncurkan Rusia. Namun beberapa rudal berhasil lolos dari sistem pertahanan, menimbulkan kerusakan pada infrastruktur energi dan jaringan komunikasi.

Para analis menyebut intensitas serangan ini sebagai sinyal bahwa Moskow ingin menunjukkan kekuatan pasca pertukaran tawanan yang disebut-sebut menguntungkan Ukraina secara moral dan diplomatik.

“Ini bukan hanya tentang medan perang. Rusia ingin menegaskan bahwa pertukaran tawanan tidak berarti kelemahan atau konsesi. Mereka ingin menciptakan narasi bahwa mereka tetap memegang kendali—di medan tempur maupun diplomasi,” kata Daryna Tsymbaliuk, analis geopolitik dari Kyiv Security Forum.

Beberapa jam setelah serangan, Presiden Volodymyr Zelensky mengadakan pertemuan darurat dengan Dewan Keamanan Nasional. Dalam pernyataan singkatnya, ia menyebut serangan itu sebagai “teror yang dirancang untuk menghancurkan semangat perlawanan warga Ukraina.”

Langgar Kesepakatan

Sementara itu, di Moskow, media pemerintah menggambarkan operasi udara tersebut sebagai “tanggapan terhadap aktivitas militer Ukraina di wilayah Donbas” dan menuduh Kyiv melanggar kesepakatan tidak tertulis yang menyertai pertukaran tawanan.

Di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, masyarakat internasional terus memantau situasi dengan cemas. Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mengutuk serangan tersebut dan menyerukan de-eskalasi segera, meskipun tekanan diplomatik selama setahun terakhir terbukti belum efektif mengubah sikap Kremlin.

“Selama Rusia terus menggunakan kekuatan militer untuk menyampaikan pesan politik, maka jalan menuju perdamaian tetap akan terjal,” kata seorang pejabat NATO.

Dengan musim panas yang segera tiba—periode yang kerap menjadi titik balik dalam dinamika medan perang Ukraina—banyak pihak bersiap menghadapi fase baru konflik. Dan bagi warga Kyiv, malam-malam panjang seperti ini tampaknya masih akan terus berulang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Marak Pinjol Ilegal, Dosen Hukum Ingatkan Ancaman Pidana dan Lemahnya Literasi Keuangan

DCNews,  Ternate — Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan...

Stabilitas Politik Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global, Ujang Komarudin Soroti Energi dan Pangan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global,...

UU PPRT Disahkan Setelah 20 Tahun, Legislator PKB Sebut Tonggak Sejarah Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

DCNews, Jakarta — Setelah tertunda lebih dari dua dekade,...

Gubernur KDM Dorong Nikah Sederhana di KUA, Tekan Tren Utang Pinjol Usai Hajatan di Jawa Barat

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi yang...