IHSG Menguat 1,51 Persen dalam Sepekan, Aktifitas Perdagangan Melemah

Date:

DCNews, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,51 persen selama sepekan terakhir, mengakhiri perdagangan pada Jumat (23/5/2025) di level 7.214,16. Penguatan ini terjadi di tengah penurunan frekuensi dan volume transaksi, serta tekanan jual bersih dari investor asing sepanjang tahun berjalan.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks menguat dari posisi 7.106,52 pada penutupan pekan sebelumnya. Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar BEI naik 1,97 persen menjadi Rp12.561 triliun, dari Rp12.318 triliun.

“Data perdagangan saham di BEI selama sepekan ditutup bervariasi. Peningkatan tertinggi terjadi pada kapitalisasi pasar,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (25/5/2025).

Sementara itu, investor asing mencatatkan beli bersih harian sebesar Rp589,43 miliar pada Jumat. Namun secara kumulatif sepanjang 2025, investor asing masih membukukan jual bersih senilai Rp46,66 triliun.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan menunjukkan tren pelemahan. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 4,46 persen menjadi 1,36 juta kali, sedangkan rata-rata volume harian merosot tajam 24,15 persen menjadi 22,78 miliar saham. Nilai transaksi harian juga mengalami kontraksi 12,51 persen, dari Rp16,59 triliun menjadi Rp14,52 triliun.

Meskipun indeks mencatat penguatan, sentimen pasar masih diliputi kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan global dan domestik. BEI menyebutkan pergerakan pasar akan terus dipantau dalam beberapa pekan ke depan, seiring dengan rilis data ekonomi dan perkembangan eksternal. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Hari Ini Naik Serempak di Pegadaian, Antam Tembus Rp2,93 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui...

Teror Baru Pinjol dan Krisis Kepercayaan: Ketika Layanan Publik Disalahgunakan untuk Menagih Utang

Oleh: Asep Dahlan, Pendiri Dahlan Consultant Di tengah laju pesat...

OJK Perpanjang Tenggat Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026, Ini Alasannya

DCNews, Jakarta — Di tengah upaya memperkuat transparansi dan...

Wow! Utang Pinjol Jawa Barat Tembus Rp23,94 Triliun, Sinyal Tekanan Ekonomi Kelas Menengah Bawah Meningkat

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian...