Nobar Piala Dunia 2026 Dorong Ekonomi Lokal, Lamhot Sinaga Sebut UMKM Bisa Raup Miliaran

Date:

DCNews, Jakarta — Antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 dinilai tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan kegiatan nonton bersama (nobar) dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga sekaligus menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui meningkatnya aktivitas ekonomi berbasis komunitas.

Menurut Lamhot, ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut memiliki efek sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat apabila dimanfaatkan secara optimal. Keramaian yang tercipta dalam berbagai kegiatan nobar berpotensi meningkatkan transaksi usaha kuliner, perdagangan produk lokal, hingga aktivitas ekonomi kreatif di daerah.

“Piala Dunia bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah momentum besar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada peluang ekonomi yang bisa tumbuh ketika masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama,” kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Lamhot menilai kegiatan yang melibatkan partisipasi publik dalam skala besar memiliki dampak berganda terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan perputaran uang di lokasi acara, kegiatan semacam itu juga dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha di lingkungan sekitar.

“UMKM menjadi salah satu sektor yang bisa merasakan manfaat dari momentum seperti ini. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kegiatan, tetapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar tersebut menambahkan, pengalaman dari berbagai perhelatan olahraga internasional menunjukkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat sering kali menciptakan peluang usaha baru. Karena itu, menurut dia, komunitas lokal perlu didorong untuk memanfaatkan momentum olahraga sebagai sarana memperkuat ekonomi masyarakat.

Lamhot juga mengapresiasi peran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026 sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati pertandingan secara lebih mudah dan merata.

Ia menilai akses terhadap tayangan olahraga internasional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Olahraga memiliki kemampuan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, momentum seperti Piala Dunia sebaiknya tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi kesempatan menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi,” katanya.

Lamhot berharap kegiatan nobar dan berbagai aktivitas komunitas yang berkaitan dengan Piala Dunia dapat terus dikembangkan di berbagai daerah. Menurut dia, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kolektif semacam itu dapat menjadi ruang bagi tumbuhnya kreativitas, kolaborasi, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Ketika masyarakat bergerak, ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah nilai tambah dari sebuah momentum besar seperti Piala Dunia,” ujar Lamhot. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Obligasi Global Danantara Oversubscribed 4,6 Kali, Rosan: Bukti Kepercayaan Investor Dunia terhadap Indonesia

DCNews, Jakarta — Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih...

Prancis Tekuk Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026, Mbappe Cetak Dua Gol dan Bawa Les Bleus Puncaki Grup I

DCNews, Jakarta — Timnas Prancis mengawali perjalanan mereka di Piala...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 17 Juni 2026 Stabil, Antam Bertahan di Rp2,839 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian terpantau...

Charles Meikyansah Ingatkan UMKM Jember Hindari Pinjol

DCNews, Jember — Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah...