DCNews, Jakarta — Di tengah maraknya judi online, pinjaman online ilegal, dan penipuan berkedok investasi, pemerintah menilai literasi keuangan menjadi keterampilan mendasar yang harus dimiliki generasi muda sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Kemampuan mengelola uang secara cerdas dinilai bukan lagi sekadar kebutuhan pribadi, melainkan bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat di masa depan.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, mengatakan generasi muda perlu dibekali pemahaman finansial yang menyeluruh agar mampu menghadapi perubahan global yang berlangsung cepat dan penuh ketidakpastian.
Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh pendapatan, tetapi juga mencakup cara mengatur pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, memahami investasi, hingga mengenali berbagai risiko finansial yang kini semakin kompleks.
“Generasi muda perlu memiliki pemahaman menyeluruh dalam mengelola keuangan, tidak hanya tentang cara memperoleh pendapatan, tetapi juga mengatur pengeluaran, menabung, berinvestasi, hingga memahami berbagai risiko finansial,” kata Fauzan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/5/2026)..
Ia menegaskan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendukung pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan finansial yang kuat sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Fauzan menilai kemampuan finansial yang baik dapat membantu generasi muda mengambil keputusan ekonomi secara lebih rasional dan terhindar dari praktik-praktik keuangan yang merugikan. Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman terhadap anak muda dinilai semakin meningkat seiring mudahnya akses terhadap platform pinjaman online (pinjol), judi online, tawaran investasi ilegal, hingga pinjaman daring tanpa izin.
“Belajar dan meningkatkan keterampilan merupakan investasi yang memberikan hasil terbaik. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan pemahaman finansial yang baik, akan lahir inovasi dan kontribusi nyata untuk pembangunan bangsa,” ujarnya.
Pemerintah berharap penguatan literasi keuangan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang adaptif, produktif, dan memiliki daya tahan ekonomi di tengah tantangan digital yang terus berkembang. ***

