DCNews, Jakarta — Pergerakan harga emas batangan di platform Sahabat Pegadaian menunjukkan tren beragam pada perdagangan Minggu pagi (10/5/2026). Harga emas UBS tercatat turun tipis, sementara Galeri24 mengalami kenaikan dan emas Antam bertahan stabil di tengah dinamika pasar logam mulia global.
Berdasarkan data yang dikutip pukul 06.56 WIB, harga emas UBS turun menjadi Rp2.891.000 per gram dari sebelumnya Rp2.892.000. Di sisi lain, emas Galeri24 naik menjadi Rp2.836.000 per gram dari posisi sehari sebelumnya Rp2.833.000. Adapun emas Antam tetap berada di level Rp2.953.000 per gram.
Perubahan harga tersebut mencerminkan respons pasar terhadap fluktuasi harga emas dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih menjadi faktor utama dalam perdagangan logam mulia domestik.
Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, dan emas Antam dipasarkan mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.
Berikut rincian harga emas di Sahabat Pegadaian:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.488.000
- 1 gram: Rp2.836.000
- 2 gram: Rp5.603.000
- 5 gram: Rp13.906.000
- 10 gram: Rp27.736.000
- 25 gram: Rp68.968.000
- 50 gram: Rp137.826.000
- 100 gram: Rp275.516.000
- 250 gram: Rp687.099.000
- 500 gram: Rp1.374.196.000
- 1.000 gram: Rp2.748.391.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.529.000
- 1 gram: Rp2.953.000
- 2 gram: Rp5.843.000
- 3 gram: Rp8.739.000
- 5 gram: Rp14.529.000
- 10 gram: Rp29.001.000
- 25 gram: Rp72.371.000
- 50 gram: Rp144.659.000
- 100 gram: Rp289.237.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.563.000
- 1 gram: Rp2.891.000
- 2 gram: Rp5.736.000
- 5 gram: Rp14.176.000
- 10 gram: Rp28.202.000
- 25 gram: Rp70.368.000
- 50 gram: Rp140.445.000
- 100 gram: Rp280.780.000
- 250 gram: Rp701.743.000
- 500 gram: Rp1.401.839.000
Analisis Dahlan Consultant: Pergerakan Emas Relatif Stabil
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai pergerakan harga emas yang relatif stabil menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi instrumen lindung nilai yang diminati investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, fluktuasi tipis pada harga emas saat ini lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek pasar internasional dan penguatan dolar AS.
“Investor ritel sebaiknya tidak hanya melihat pergerakan harian, tetapi fokus pada tujuan investasi jangka panjang. Emas tetap relevan sebagai aset safe haven untuk menjaga nilai kekayaan,” kata Asep. ***

