DCNews, Jakarta — Harga emas dari tiga merek utama di platform Sahabat Pegadaian terpantau kompak melemah pada Jumat pagi (17/4), seiring koreksi tipis pasar logam mulia global dan penyesuaian harga domestik.
Berdasarkan data yang diakses pukul 07.45 WIB, harga emas produksi UBS turun menjadi Rp2.918.000 per gram, emas Antam ke Rp3.004.000 per gram, dan Galeri24 menjadi Rp2.886.000 per gram. Penurunan ini terjadi dibandingkan posisi Kamis (16/4), di mana UBS berada di Rp2.934.000, Antam Rp3.009.000, dan Galeri24 Rp2.891.000 per gram.
Pergerakan harga emas di Pegadaian bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global serta nilai tukar rupiah.
Secara umum, produk emas Galeri24 tersedia dalam rentang 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara UBS dijual mulai 0,5 gram hingga 500 gram, dan Antam pada platform Sahabat Pegadaian ditampilkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 100 gram. Adapun pembaruan harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia biasanya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut rincian harga emas di Sahabat Pegadaian:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.513.000
- 1 gram: Rp2.886.000
- 2 gram: Rp5.702.000
- 5 gram: Rp14.150.000
- 10 gram: Rp28.225.000
- 25 gram: Rp70.182.000
- 50 gram: Rp140.252.000
- 100 gram: Rp280.367.000
- 250 gram: Rp699.194.000
- 500 gram: Rp1.398.387.000
- 1.000 gram: Rp2.796.774.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.554.000
- 1 gram: Rp3.004.000
- 2 gram: Rp5.945.000
- 3 gram: Rp8.891.000
- 5 gram: Rp14.784.000
- 10 gram: Rp29.510.000
- 25 gram: Rp73.645.000
- 50 gram: Rp147.207.000
- 100 gram: Rp294.333.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.577.000
- 1 gram: Rp2.918.000
- 2 gram: Rp5.790.000
- 5 gram: Rp14.307.000
- 10 gram: Rp28.465.000
- 25 gram: Rp71.021.000
- 50 gram: Rp141.750.000
- 100 gram: Rp283.388.000
- 250 gram: Rp708.263.000
- 500 gram: Rp1.414.862.000
Analisis Dahlan Consultant: Koreksi Harga Emas Merupakan Fase Normal
Di sisi lain, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan—yang akrab disapa Kang Dahlan—menilai koreksi harga emas saat ini merupakan fase normal setelah tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut penurunan tipis justru membuka peluang bagi investor ritel untuk melakukan akumulasi.
“Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang kuat, terutama di tengah ketidakpastian global. Koreksi seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum beli bertahap, bukan sinyal keluar dari pasar,” ujar Kang Dahlan. ***

