Market Brief 15 April 2026: Emas Menguat, Minyak Stabil, Nasdaq Melesat di Tengah Optimisme Damai Timur Tengah

Date:

DCNewa, Jakarta – Pasar keuangan global hari ini bergerak beragam namun didominasi sentimen positif, didorong oleh harapan penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali dibuka. Indeks dolar AS melemah ke level terendah dalam enam minggu, memberikan dukungan bagi harga emas dan aset berdenominasi dolar lainnya, sementara indeks saham teknologi Nasdaq mencatat kenaikan signifikan untuk hari kesepuluh berturut-turut.

Komoditas

Emas

Harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi US$4.838,53 per ons pada perdagangan pagi ini, setelah melonjak 2,13% pada sesi sebelumnya menuju level US$4.841,48 per ons.

Penguatan ini didukung oleh pelemahan dolar dan penurunan kekhawatiran inflasi akibat turunnya harga minyak.

  • Resistance: US$4.878 – US$4.915
  • Support: US$4.772 – US$4.750

Minyak Mentah

Harga minyak stabil setelah mengalami penurunan tajam lebih dari 7% pada hari Selasa, seiring harapan negosiasi damai yang dapat mengurangi gangguan pasokan global. Saat ini, harga WTI diperdagangkan di sekitar US$92,50 per barel, sementara Brent berada di level US$91,20 per barel.

Pasar Valuta Asing

EUR/USD

Pasangan mata uang ini bergerak dalam rentang sempit di sekitar 1,1670, didukung oleh pelemahan dolar. Level kunci yang perlu diperhatikan adalah resistance di 1,1743 dan support di 1,1600.

GBP/USD

Pound Sterling diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan kunci, berada di level 1,3360. Support terdekat berada di 1,3348, sementara resistance utama terletak di 1,3483 yang telah menjadi hambatan selama sebulan terakhir.

USD/JPY

Dolar yen tetap tertekan di sekitar 158,20, seiring penurunan permintaan aset aman. Resistance utama berada di 159,50 – 160,00, sedangkan support tercatat di 156,40.

Nasdaq Composite

Indeks teknologi ini melesat 1,96% pada penutupan Selasa, mencatat kenaikan selama 10 hari berturut-turut. Penguatan didorong oleh saham semikonduktor dan perangkat lunak yang terus menunjukkan kinerja positif, serta sentimen pasar yang lebih optimis terhadap prospek ekonomi global.

Analisis Dahlan Consultant

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan menganalisis kalau pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter. Pelemahan dolar dan penurunan harga minyak memberikan angin segar bagi emas, yang masih menjadi aset lindung nilai favorit meskipun tekanan suku bunga masih ada.

Sedang untuk saham teknologi, pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu menyatakan, tren kenaikan Nasdaq menunjukkan bahwa investor masih percaya pada potensi pertumbuhan sektor ini, namun perlu waspada terhadap potensi koreksi jika sentimen berbalik arah.

Di pasar valas, pergerakan masih cenderung sideways dengan bias sedikit melemah bagi dolar, namun semua mata akan tertuju pada perkembangan negosiasi damai dan data ekonomi penting yang akan dirilis minggu ini.

“Strategi terbaik saat ini adalah tetap disiplin, mengelola risiko dengan baik, dan tidak terburu-buru mengambil posisi besar tanpa analisis yang matang,” imbuhnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Gandeng 27 Asosiasi Profesi, Perkuat Tata Kelola Keuangan Hadapi Risiko Fraud dan AI

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng 27...

Cicilan Kendaraan Macet? Ini Cara Ajukan Restrukturisasi agar Tak Berujung Penarikan

DCNews, Jakarta — Angsuran kendaraan yang menunggak tidak selalu...

Pendanaan Pindar dari Perbankan Capai 75,59%, AFPI Ungkap Tren Kolaborasi

DCNews, Jakarta — Perbankan nasional semakin berperan dalam mendukung...

Vicky Shu Buka Suara soal Teror Pinjol, Foto KTP dan Gambar Tak Pantas Dikirim

DCNwes, Jakarta — Penyanyi Vicky Shu mengaku mendapat teror...