Bareskrim Ungkap 755 Kasus BBM dan LPG Subsidi, KMI: Selamatkan Rp1,26 Triliun dan Perkuat Kepercayaan Publik

Date:

DCNews, Jakarta— Di tengah sorotan publik terhadap distribusi energi bersubsidi, Kaukus Muda Indonesia (KMI) menilai langkah tegas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dalam mengungkap ratusan kasus penyelewengan BBM dan LPG sebagai sinyal kuat penegakan hukum yang berpihak pada masyarakat kecil.

Ketua Umum KMI, Edi Homaidi, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bareskrim di bawah kepemimpinan Syahardiantono yang dinilai berhasil menunjukkan profesionalisme dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut data yang disampaikan, Bareskrim Polri berhasil mengungkap 755 kasus penyelewengan BBM dan LPG bersubsidi di seluruh Indonesia, dengan menetapkan 672 tersangka. Capaian ini, kata Edi, menjadi indikator nyata keseriusan aparat dalam melindungi hak masyarakat kurang mampu dari praktik mafia energi.

“Kami di Kaukus Muda Indonesia melihat pengungkapan 755 kasus dengan 672 tersangka ini sebagai prestasi luar biasa di awal tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa Bareskrim tidak hanya tegas secara hukum, tetapi juga peka terhadap keadilan sosial bagi rakyat yang hak subsidinya dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Edi dalam keterangan persnya, Jumat (10/4/2026).

Dalam operasi tersebut, Polri juga disebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp1,26 triliun. Edi menilai capaian ini tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Ia menambahkan, pola komunikasi yang transparan serta penguatan pengawasan internal di tubuh Bareskrim menjadi faktor penting dalam mencegah keterlibatan oknum aparat dalam praktik ilegal tersebut.

“Penyelamatan uang negara sebesar Rp1,26 triliun adalah kado bagi masyarakat. KMI sangat mendukung sikap berani Kabareskrim yang juga melakukan pengawasan internal ketat untuk memastikan tidak ada keterlibatan oknum sebagai pelindung mafia BBM. Integritas seperti ini yang dibutuhkan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Edi menyoroti peran transformasi digital di lingkungan Bareskrim yang dinilai mempercepat proses penindakan berbasis laporan masyarakat. Ia berharap konsistensi penegakan hukum ini dapat terus dijaga sepanjang 2026, terutama dalam mengawal program strategis pemerintah terkait ketahanan energi dan penyaluran subsidi tepat sasaran.

“Prestasi ini harus menjadi standar baru. Kami berharap Bareskrim terus menjadi garda terdepan dalam memberantas mafia di sektor-sektor vital lainnya. KMI akan terus mengawal dan mendukung penuh setiap langkah penegakan hukum yang berpihak pada rakyat kecil,” ujar Edi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Hari Ini Naik Serempak di Pegadaian, Antam Tembus Rp2,93 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui...

Teror Baru Pinjol dan Krisis Kepercayaan: Ketika Layanan Publik Disalahgunakan untuk Menagih Utang

Oleh: Asep Dahlan, Pendiri Dahlan Consultant Di tengah laju pesat...

OJK Perpanjang Tenggat Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026, Ini Alasannya

DCNews, Jakarta — Di tengah upaya memperkuat transparansi dan...

Wow! Utang Pinjol Jawa Barat Tembus Rp23,94 Triliun, Sinyal Tekanan Ekonomi Kelas Menengah Bawah Meningkat

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian...