DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui PT Pegadaian kembali mengalami kenaikan pada Kamis (26/3/2026) pagi, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data dari platform resmi Sahabat Pegadaian per pukul 07.42 WIB, harga emas produksi UBS tercatat naik menjadi Rp2.862.000 per gram, sementara Galeri24 berada di level Rp2.849.000 per gram. Kenaikan ini melanjutkan tren positif dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (25/3/2026), di mana harga emas UBS berada di Rp2.852.000 dan Galeri24 Rp2.838.000 per gram.
Kenaikan harga tersebut mempertegas posisi emas sebagai instrumen investasi yang relatif stabil di tengah fluktuasi pasar keuangan. Namun, pihak Pegadaian mengingatkan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar.
Produk emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS dijual dengan pilihan berat mulai 0,5 gram hingga 500 gram, memberikan fleksibilitas bagi investor ritel maupun institusi.
Rincian Harga Emas Galeri24:
- 0,5 gram: Rp1.494.000
- 1 gram: Rp2.849.000
- 2 gram: Rp5.629.000
- 5 gram: Rp13.969.000
- 10 gram: Rp27.864.000
- 25 gram: Rp69.284.000
- 50 gram: Rp138.460.000
- 100 gram: Rp276.781.000
- 250 gram: Rp690.254.000
- 500 gram: Rp1.380.506.000
- 1.000 gram: Rp2.761.012.000
Rincian Harga Emas UBS:
- 0,5 gram: Rp1.547.000
- 1 gram: Rp2.862.000
- 2 gram: Rp5.681.000
- 5 gram: Rp14.037.000
- 10 gram: Rp27.927.000
- 25 gram: Rp69.679.000
- 50 gram: Rp139.070.000
- 100 gram: Rp278.032.000
- 250 gram: Rp694.874.000
- 500 gram: Rp1.388.116.000
Dahlan Consultant: Tak Lepas dari Ketidakpastian Global
Di tengah tren kenaikan ini, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai bahwa lonjakan harga emas saat ini tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tekanan inflasi dan volatilitas pasar keuangan. Ia menyarankan investor untuk tetap rasional dalam mengambil keputusan.
“Emas masih menjadi safe haven, tetapi investor perlu memperhatikan momentum masuk. Jangan hanya ikut tren kenaikan tanpa strategi. Idealnya, emas dijadikan bagian dari diversifikasi portofolio, bukan satu-satunya instrumen,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu.
Ia juga menambahkan bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, emas tetap menarik, namun investor perlu mengombinasikannya dengan instrumen lain agar imbal hasil lebih optimal dan risiko tetap terkelola. ***

