Garuda Indonesia Rugi Rp2,36 Triliun pada Semester I-2025, Pendapatan dan Ekuitas Kian Tertekan

Date:

DCNews, Jakarta — Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali memburuk. Maskapai pelat merah ini membukukan rugi bersih sebesar US$145,57 juta atau sekitar Rp2,36 triliun sepanjang semester I-2025, meningkat 41,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, dikutip DCNews, Selasa (24/9/2025) menunjukkan kerugian ini sejalan dengan penurunan pendapatan usaha. Hingga Juni 2025, Garuda hanya mengantongi total pendapatan US$1,54 miliar (Rp23,13 triliun), turun 4,48 persen dibandingkan semester I-2024 yang mencapai US$1,62 miliar.

Pendapatan utama masih ditopang penerbangan berjadwal senilai US$1,18 miliar, disusul penerbangan tidak berjadwal US$205,83 juta, dan segmen lain US$158,20 juta. Namun, seluruh lini usaha itu mengalami kontraksi dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban usaha Garuda sedikit menurun dari US$1,53 miliar menjadi US$1,50 miliar. Rinciannya mencakup beban operasional US$765,43 juta, pemeliharaan US$318,96 juta, beban kebandaraan US$118,64 juta, serta pelayanan penumpang US$105,65 juta. Meski demikian, perusahaan tetap mencatat rugi bruto sebesar US$205,76 juta.

Faktor lain yang menekan kinerja adalah turunnya keuntungan selisih kurs, hanya menyumbang US$5,40 juta, jauh di bawah kontribusi US$22,76 juta pada semester I-2024. Beban imbalan pascakerja meningkat tajam hingga 957 persen menjadi US$2,21 juta, sementara surplus revaluasi aset anjlok dari US$1,19 juta menjadi hanya US$509.398.

Dari sisi neraca, total liabilitas Garuda pada akhir Juni 2025 mencapai US$8,01 miliar, terdiri dari liabilitas jangka panjang US$6,69 miliar dan liabilitas jangka pendek US$1,31 miliar. Defisit ekuitas juga membengkak menjadi US$1,6 miliar dari posisi Desember 2024 sebesar US$1,35 miliar. Alhasil, total aset maskapai tercatat sebesar US$6,51 miliar.

Kondisi ini menandakan tantangan serius bagi Garuda Indonesia yang masih berupaya memperbaiki struktur keuangan pascarestrukturisasi utang dan pemulihan operasional pascapandemi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Buntut Viral Debt Collector Ajak Nasabah ke Kamar Kos, Kredivo dan KrediFazz Nonaktifkan Petugas Penagihan

DCNews, Jakarta – Kasus dugaan pelanggaran etik yang melibatkan...

Edukasi Bahaya Pinjol dan Judi Online, Universitas Paramadina Dorong Ketahanan Finansial dan Keamanan Digital Keluarga

DCNews, Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman judi online...

Breaking News: Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Jabatan Gubernur BI

DCNews, Jakarta – Keputusan mengejutkan datang dari pucuk pimpinan...

Open Sarasa Cup 2026 Tuntas, Tim Kholis Juara Usai Bungkam Tim Chandra 3-0 di Nagreg

DCNews, Bandung – Atmosfer penuh semangat dan kebersamaan mewarnai...