DCNews, Washington — Gubernur Federal Reserve, Adriana Kugler, mengajukan pengunduran diri dari posisinya di Dewan Gubernur bank sentral Amerika Serikat, sebagaimana diumumkan secara resmi oleh The Fed pada Jumat (1/8/2025) waktu setempat. Keputusan ini membuka jalan bagi Presiden Donald Trump untuk mempercepat penunjukan figur baru yang selaras dengan visinya mengenai pelonggaran kebijakan moneter.
“Melayani di Dewan Gubernur adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya,” tulis Kugler dalam surat pengunduran dirinya kepada Presiden Trump. Ia menambahkan, dirinya merasa bangga bisa berperan dalam menjaga stabilitas inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja.
Padahal, masa jabatan Kugler sejatinya baru akan berakhir pada Januari 2026. Surat pengunduran dirinya tidak menyebutkan alasan spesifik, meski sejumlah spekulasi muncul mengenai perbedaan pandangan dengan Ketua Fed Jerome Powell terkait arah suku bunga.
Trump tak menutupi kegembiraannya atas pengunduran diri Kugler. Saat ditemui di luar Gedung Putih pada Jumat, ia menyebut langkah Kugler “membuka peluang penting” dan menyindir bahwa keputusan itu dipicu oleh perbedaan pandangan dengan Powell.
Sementara itu, pasar keuangan merespons cepat. Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun—indikator paling peka terhadap ekspektasi suku bunga—turun tajam hingga 29 basis poin, penurunan harian terbesar sejak Desember 2023. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga melemah hampir 0,9%.
Tekanan Politik Trump Meningkat
Desakan politik dari Presiden Trump terhadap The Fed meningkat seiring keengganan bank sentral memangkas suku bunga. Dalam unggahan media sosial yang tajam, Trump menulis, “AMBIL KENDALI, DAN LAKUKAN APA YANG SEMUA ORANG TAHU HARUS DILAKUKAN!” sembari mendorong Powell untuk mundur seperti Kugler.
Kugler, yang sebelumnya tidak pernah secara terbuka berselisih pandangan dengan Powell, terakhir menyampaikan pidato kebijakan pada 17 Juli lalu. Ia saat itu menilai bahwa stabilitas tenaga kerja dan tekanan inflasi barang masih menjadi alasan kuat bagi Fed untuk mempertahankan suku bunga “untuk sementara waktu.”
Namun, ia absen dalam rapat kebijakan moneter awal pekan ini karena urusan pribadi, menurut pernyataan The Fed.
Dengan absennya Kugler dan nada dovish Trump yang kian kencang, pelaku pasar kini sepenuhnya memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin dalam tahun ini—dimulai pada pertemuan Fed bulan depan, dengan probabilitas sebesar 90%.
Perebutan Kursi Ketua Fed Dimulai
Kepergian Kugler mempercepat dinamika dalam lingkaran Trump terkait pemilihan pengganti Ketua Fed Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir Mei 2026. Menteri Keuangan Scott Bessent sempat menyampaikan bahwa Trump bisa menunjuk pengganti Kugler terlebih dahulu, lalu mempromosikan sosok tersebut sebagai ketua.
Sejumlah nama telah disebut sebagai calon kuat, termasuk Kevin Hassett (Direktur Dewan Ekonomi Nasional), Kevin Warsh (mantan Gubernur Fed), Christopher Waller (Gubernur Fed saat ini), serta Bessent sendiri.
Adriana Kugler sendiri merupakan perempuan keturunan Hispanik pertama yang duduk di Dewan Gubernur Fed sejak mulai menjabat pada September 2023. Sebelum bergabung dengan The Fed, ekonom Kolombia-Amerika ini menjabat sebagai perwakilan AS di Bank Dunia dan pernah menjadi kepala ekonom di Departemen Tenaga Kerja AS pada masa pemerintahan Barack Obama.
Kugler akan resmi meninggalkan jabatannya pada 8 Agustus dan dikabarkan akan kembali ke dunia akademik sebagai profesor di Universitas Georgetown. ***

