Senator Graal Dorong “Politik Gagasan” untuk Atasi Krisis Demokrasi di Indonesia

Date:

DCNews, Ternate — Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kualitas demokrasi di Indonesia, anggota DPD RI, Graal Taliawo, mendorong perubahan mendasar menuju “politik gagasan” sebagai solusi atas praktik politik yang dinilai kian menyimpang dari tujuan awalnya.

Berbicara dalam kuliah umum di Universitas Halmahera pekan lalu, Graal menilai bahwa demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya mampu menghadirkan kesejahteraan, khususnya di wilayah-wilayah timur seperti Maluku Utara. Ia menyebut, ketimpangan pembangunan di berbagai sektor menjadi indikator nyata bahwa sistem demokrasi masih menghadapi tantangan serius.

Dalam paparannya, Graal menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang utama bagi pertumbuhan intelektualitas dan pertarungan ide yang sehat. Menurutnya, akademisi dan mahasiswa memegang peran penting dalam menjaga arah demokrasi agar tetap berada pada jalur yang ideal dan berorientasi pada kepentingan publik.

Secara konseptual, lanjutnya, demokrasi menempatkan rakyat sebagai aktor utama dalam kehidupan bernegara dengan tujuan akhir menciptakan kesejahteraan. Namun dalam praktik, ia menilai cita-cita tersebut belum tercapai secara optimal.

“Dalam konteks Indonesia dan Maluku Utara hari ini, kita bisa melihat secara kasat mata bahwa banyak sektor belum menunjukkan kemajuan signifikan,” kata Graal, merujuk pada kondisi layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta sektor pertanian dan perikanan.

Ia mengidentifikasi salah satu akar persoalan terletak pada praktik politik yang menyimpang. Demokrasi, menurutnya, kerap “dinodai” oleh perilaku tidak sehat, baik pada masa kampanye maupun setelah pemilu berlangsung.

Fenomena ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kandidat, pemilih, pejabat publik, hingga kelompok berkepentingan.

Sebagai jalan keluar, Graal menawarkan konsep “politik gagasan” yang menekankan adu ide, integritas, dan etika sebagai fondasi utama dalam berpolitik. Pendekatan ini diyakini dapat mengembalikan demokrasi pada tujuan awalnya sebagai sistem yang melayani kepentingan rakyat.

“Politik gagasan mengarahkan kita pada cara berpolitik yang baik dan bermartabat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi dalam membentuk masa depan demokrasi Indonesia. Kampus, kata dia, harus tetap berpegang pada nilai-nilai keilmuan sekaligus melahirkan agen perubahan yang mampu mendorong perbaikan kehidupan publik.

Kuliah umum tersebut ditutup dengan ajakan kepada sivitas akademika untuk terus terlibat dalam diskursus kritis mengenai arah demokrasi, baik di Maluku Utara maupun secara nasional, di tengah dinamika politik yang terus berkembang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KPPU Denda 97 Fintech Rp 755 Miliar, Amartha Ajukan Banding Sengketa Suku Bunga Pinjol

DCNews, Jakarta — Sengketa besar mengguncang industri pinjaman online Indonesia...

Modus Baru Debt Collector: Pesan Ambulans Fiktif untuk Tagih Utang, Sopir di Jakarta Jadi Korban

DCNews, Jakarta — Panggilan darurat yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru...

Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswa FH UI, Habiburokhman: Jangan Berhenti di Forum Kampus

DCNews, Jakarta — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman...

Kenaikan Tiket Pesawat Diusulkan 9–13 Persen, DPR Minta Pemerintah Lindungi Masyarakat Kepulauan

DCNews, Jakarta — Rencana kenaikan tarif tiket pesawat domestik...