Apindo dan Danantara Bersatu Dorong Investasi Rp13.500 Triliun Demi Kebangkitan Ekonomi Nasional

Date:

DCNews, Jakarta — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah kebutuhan investasi jumbo yang diperkirakan mencapai Rp13.500 triliun dalam lima tahun ke depan.

Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani dalam keterangan resminya, Selasa (27/5/2025) menyatakan kerja sama ini menjadi perwujudan nyata konsep Indonesia Incorporated—sebuah visi yang menempatkan dunia usaha bukan hanya sebagai pencari keuntungan, tetapi juga sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Danantara adalah gelandang yang menyodorkan umpan strategis, dan pengusaha adalah penyerang yang harus mencetak gol. Investasi yang dirancang Danantara harus dieksekusi oleh dunia usaha,” ujar Shinta.

Ia menyerukan agar pelaku usaha bersatu dan mengambil peran lebih besar dalam mendorong laju investasi swasta, baik dari dalam maupun luar negeri. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi senilai Rp13.500 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam periode 2025–2030—lebih dari dua kali lipat capaian investasi lima tahun terakhir yang berada di kisaran Rp5.800 triliun.

Shinta menyebut kehadiran Danantara, yang mengelola aset mendekati US$1 triliun, sebagai “langkah strategis” dalam membangun arsitektur ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Danantara membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi global yang tangguh,” ujarnya.

Pentingnya Kolaborasi

Chief Investment Officer Danantara sekaligus Ketua Bidang Investasi Apindo, Pandu Sjahrir, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

“Ketahanan ekonomi tidak bisa hanya dibangun oleh negara atau sektor swasta secara terpisah. Sinergi Danantara dan Apindo akan melahirkan investasi yang berkualitas dan berdampak luas,” kata Pandu.

Ia menambahkan, Danantara berperan sebagai perancang strategi dan penghubung modal, sementara dunia usaha bertugas menciptakan nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Heboh BAFI Group Batam Catut Logo. OJK Kepri Buka Suara Tak Pernah Beri Izin

DCNews, Batam – Maraknya penawaran jasa konsultasi dan pendampingan...

Kewajiban Stop Open Dumping 2026, Legislator PKS: Jakarta Hadapi Darurat Sampah dan Harus Berbenah Total

DCNews,  Jakarta — Ancaman krisis pengelolaan sampah di Ibu...

Marak Pinjol Ilegal, Dosen Hukum Ingatkan Ancaman Pidana dan Lemahnya Literasi Keuangan

DCNews,  Ternate — Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan...

Stabilitas Politik Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global, Ujang Komarudin Soroti Energi dan Pangan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global,...