DCNews, Majalengka – Pekerja pabrik yang membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum tanggal gajian kini memiliki alternatif melalui aplikasi Ayo Kasbon. Layanan dana talangan gaji ini diperkenalkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dengan harapan membantu pekerja mengatasi kebutuhan mendesak tanpa bergantung pada pinjaman online (pinjol) yang berpotensi menambah beban keuangan.
Aplikasi Ayo Kasbon diluncurkan pada 10 Juli 2026 melalui kolaborasi dengan PT Dewanta Global Nusantara, Koperasi ANAA, BBS, serta sejumlah perusahaan di Majalengka. Layanan ini menyasar karyawan perusahaan swasta yang membutuhkan akses dana sebelum menerima gaji.
Mulyadi menjelaskan, Ayo Kasbon dirancang menggunakan skema pembayaran gaji lebih awal atau dana talangan. Dalam mekanisme tersebut, perusahaan tempat karyawan bekerja berperan sebagai penjamin. Ia menyebut layanan ini tidak mengenakan bunga dan tidak mensyaratkan jaminan tambahan.
“Ini sebenarnya dana talangan gaji mereka yang kita bayarkan lebih dahulu. Ini tidak ada bunga dan tidak ada jaminan,” kata Mulyadi.
Menurut dia, kehadiran aplikasi tersebut diharapkan menjadi pilihan bagi pekerja yang menghadapi kesulitan keuangan sebelum tanggal gajian. Dengan akses dana talangan, pekerja diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mengurangi ketergantungan pada pinjaman online.
Dukungan terhadap sosialisasi Ayo Kasbon disampaikan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Majalengka, M. Basir. Ia menilai layanan ini berpotensi membantu pekerja yang kehabisan uang pada pertengahan bulan, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi.
“Saya meminta agar Ayo Kasbon ini disosialisasikan karena dapat mempermudah dan memperingan pekerja, khususnya ketika tanggal 15 uang sudah habis. Ayo Kasbon ini menjadi alternatif yang mudah. Ini sangat membantu pekerja dan menjadi solusi,” ujar Basir.
Mulyadi berharap Ayo Kasbon dapat diterima oleh pekerja maupun perusahaan sehingga pemanfaatannya meluas di sektor industri. Namun, efektivitas layanan tersebut dalam membantu pekerja menjaga kesehatan keuangan akan bergantung pada kejelasan mekanisme pencairan, ketentuan pengembalian dana, serta kesesuaiannya dengan kemampuan finansial karyawan.
Bagi pekerja, dana talangan gaji dapat menjadi pilihan untuk menghadapi kebutuhan mendesak sebelum hari pembayaran upah. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran agar pencairan gaji lebih awal tidak justru menyulitkan pemenuhan kebutuhan pada periode berikutnya. ***

