103 Ribu Lebih Pelajar Terjerat Pinjol dan Judi Online, Wagub NTB: Biasakan Menabung

Date:

DCNews, Mataram — Kemudahan akses layanan keuangan digital di kalangan anak muda mulai dibayangi risiko pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mendorong budaya menabung sejak bangku sekolah sebagai salah satu cara membangun disiplin sekaligus memperkuat kemandirian finansial generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Indah dalam Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tingkat Provinsi NTB 2026 di Gelanggang Pemuda Mataram, Jumat (28/8/2026). Kegiatan itu diikuti sekitar 1.500 pelajar dari berbagai daerah di NTB.

Indah mengatakan perkembangan transaksi digital harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi keuangan. Pelajar, menurut dia, tidak cukup hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga harus mampu membedakan layanan yang legal dan ilegal.

Ia menilai pemahaman tersebut penting untuk mencegah generasi muda terjerat pinjaman online maupun judi online.

“Bayangkan, sekitar 6,5 persen kredit macet di Nusa Tenggara Barat berkaitan dengan pinjaman online. Lebih memprihatinkan lagi, PPATK mengungkap lebih 103 ribu anak dan remaja di Indonesia telah terhubung dengan transaksi ini,” kata Indah.

Menurut Indah, angka tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah, sekolah, dan keluarga untuk memperkuat pendidikan keuangan sejak usia dini. Kebiasaan menabung, kata dia, bukan sekadar aktivitas menyisihkan uang, melainkan bagian dari pembentukan karakter.

Menabung sejak sekolah dinilai dapat melatih pelajar untuk mengendalikan pengeluaran, menetapkan tujuan keuangan, serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial.

NTB Perkuat Pencegahan Pinjol Ilegal

Pemerintah Provinsi NTB juga memperkuat langkah pencegahan terhadap kejahatan keuangan digital melalui regulasi daerah mengenai fasilitasi pencegahan dan penanggulangan pinjaman atau pendanaan berbasis teknologi informasi secara ilegal serta judi online.

Langkah tersebut diarahkan untuk mempersempit ruang bagi layanan keuangan ilegal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko transaksi digital.

Di sektor pendidikan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB menjalankan program Kejar atau Satu Rekening Satu Pelajar, termasuk melalui produk Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel).

Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo mengatakan kebiasaan menabung perlu dibangun sejak usia sekolah agar pelajar memiliki fondasi pengelolaan keuangan yang lebih baik ketika memasuki usia produktif.

“Kita tumbuhkan kebiasaan menabung ini agar adik-adik semua nanti sejahtera. Semoga dengan adanya SimPel ini, adik-adik biasa menabung dan lebih sejahtera di kemudian hari,” ujarnya.

Data OJK NTB menunjukkan sebanyak 12.063 rekening SimPel baru dibuka sepanjang 2026. Akumulasi tabungan dalam program tersebut mencapai sekitar Rp300 miliar.

Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas akses rekening dan budaya menabung di kalangan pelajar, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau program literasi dan inklusi keuangan.

Literasi Keuangan Didorong hingga Pelosok

Indah mengapresiasi keterlibatan OJK, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), industri perbankan, dan satuan pendidikan dalam mengembangkan gerakan menabung di NTB.

Ia meminta program literasi dan inklusi keuangan tidak berhenti di pusat-pusat kota, tetapi diperluas hingga sekolah-sekolah di wilayah pelosok.

“Kedisiplinan mengelola keuangan sejak sekolah merupakan investasi karakter untuk menyiapkan generasi NTB yang mandiri, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Indah.

Bagi pemerintah daerah, penguatan literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah perubahan pola transaksi yang membuat anak-anak dan remaja semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan melalui perangkat digital.

Karena itu, pendidikan mengenai pengelolaan uang perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses terhadap produk keuangan formal yang aman dan diawasi.

Pelajar Adu Pengetahuan Keuangan

Puncak HIM 2026 di NTB juga diisi kompetisi cerdas keuangan menggunakan platform Kahoot. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan literasi keuangan lebih dekat dengan kehidupan pelajar melalui pendekatan yang kompetitif dan interaktif.

Pada tingkat SMP/MTs, SMPN 1 Mataram meraih juara pertama dan kedua, sedangkan SMPN 2 Mataram menempati posisi ketiga.

Sementara pada tingkat SMA/MA, MAN 2 Mataram menyapu bersih tiga posisi teratas dengan meraih juara pertama, kedua, dan ketiga.

OJK NTB juga memberikan sejumlah penghargaan. MTsN 2 Mataram dinobatkan sebagai Sekolah Teraktif, SMAN 1 Sumbawa menerima penghargaan Kampanye Budaya Menabung Terbaik, sedangkan MTsN 1 Mataram meraih penghargaan Kontingen Yel-Yel Teraktif.

Rangkaian penghargaan tersebut menutup peringatan HIM 2026 sekaligus menegaskan pesan utama kegiatan: membangun kemandirian finansial tidak dimulai ketika seseorang sudah memiliki penghasilan, tetapi sejak mampu memahami nilai uang dan belajar mengelolanya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Hari Ini 30 Agustus 2026 Stagnan Rp2,67 Juta per Gram, Buyback Rp2,523 Juta

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Yen Tembus ¥160 per Dolar, Tekanan Intervensi Jepang Kembali Menguat

DCNews, Tokyo — Nilai tukar yen Jepang kembali melemah hingga...

OJK Tegaskan Bunga Bank Tetap Ikuti Mekanisme Pasar, Respons Permintaan Menkeu Purbaya

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak akan...

Klaim Mobil Diambil Paksa Debt Collector, Anggota DPRD Karawang Kang Asep Supriatna Tempuh Jalur Pidana dan Perdata

DCNews, Karawang — Persoalan penagihan kendaraan berujung ke meja hukum...