DCNews, Jakarta — Pemerintah mempercepat penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Prabowo Subianto menugaskan tim gabungan untuk menyalurkan bantuan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
Sebanyak 50.000 paket sembako dari Bantuan Presiden (Banpres) telah diberangkatkan menuju Maumere untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak gempa.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah merespons kondisi di wilayah terdampak.
“Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (16/8/2026).
Selain mengirimkan bantuan logistik, Presiden Prabowo juga memerintahkan sejumlah pejabat pemerintah pusat untuk turun langsung ke wilayah terdampak, khususnya Labuan Bajo dan Maumere.
Teddy mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat dapat segera dipetakan.
“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Teddy.
Sejumlah pejabat yang ditugaskan ke lokasi terdampak antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Wakil Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Sosial.
Mereka akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana untuk mempercepat proses evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan wilayah yang terdampak.
BUMN Dikerahkan untuk Dukung Penanganan
Pemerintah juga mengerahkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan lembaga terkait untuk mendukung operasi penanganan bencana.
PLN, Telkom, Pertamina, dan Bulog turut diberangkatkan untuk memastikan kebutuhan dasar dan layanan pendukung masyarakat tetap tersedia di tengah kondisi darurat.
Teddy memastikan pemerintah akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait selama proses penanganan berlangsung.
“Pemerintah terus bergerak cepat menangani saudara-saudara kita di NTT,” kata dia.
Korban Meninggal Dunia Capai 47 Orang
Di tengah upaya pemerintah mempercepat penanganan, jumlah korban meninggal akibat gempa Flores terus bertambah berdasarkan pendataan sementara.
BNPB mencatat sedikitnya 47 orang meninggal dunia hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB. Korban tersebar di sejumlah wilayah, yakni 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, petugas masih melakukan evakuasi serta penanganan terhadap korban luka.
“Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” kata Berton, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Menurut Berton, ratusan warga juga masih menjalani perawatan akibat luka yang ditimbulkan gempa.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut dilaporkan berpusat di wilayah Nagekeo, Flores, pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dan memicu dampak di sejumlah kabupaten.
Ratusan Rumah Rusak
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah infrastruktur.
Berdasarkan laporan BNPB hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah mengalami rusak ringan.
Angka tersebut masih bersifat sementara karena tim gabungan masih melakukan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.
Pemerintah pun menghadapi tantangan untuk memastikan distribusi bantuan menjangkau seluruh warga terdampak, terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan akses transportasi dan layanan publik yang terganggu akibat gempa.
Pengiriman 50.000 paket sembako dan pengerahan sejumlah pejabat pusat menjadi bagian dari respons awal pemerintah. Pada saat yang sama, proses evakuasi, pendataan kerusakan, penanganan korban luka, serta pemulihan layanan dasar masih terus dilakukan di lapangan. ***

