DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya dampak sosial akibat maraknya judi online dan pinjaman online (pinjol) ilegal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat melalui media perfilman. Film Menang untuk Kalah dinilai tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi pengingat mengenai konsekuensi serius dari godaan memperoleh keuntungan secara instan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat menghadiri pemutaran perdana film Menang untuk Kalah di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (2/7/2026) malam.
Menurut Erwan, film hasil kolaborasi insan perfilman dengan Polda Jawa Barat itu menggambarkan realitas yang kini banyak terjadi di masyarakat, ketika perjudian daring dan pinjaman online ilegal menjadi pintu masuk berbagai persoalan ekonomi, sosial, hingga keharmonisan keluarga.
“Film garapan kolaborasi para filmmaker dan Polda Jabar ini menjadi pengingat keras bahwa ilusi kekayaan instan hanya berujung pada kehancuran ekonomi dan rusaknya tatanan sosial,” ujar Erwan dalam keterangan tertulis yang diunggah melalui akun media sosial resminya.
Ia menegaskan masyarakat tidak boleh mudah tergiur dengan tawaran keuntungan cepat yang justru berpotensi membawa dampak buruk dalam jangka panjang.
“Jangan biarkan jari kita menekan tombol kehancuran atas nama ‘jalan pintas’. Dari judi online hingga jeratan pinjol ilegal, keduanya adalah jebakan yang mengubah rasa ingin tahu menjadi teror ketakutan yang nyata,” katanya.
Erwan menilai judi online dan pinjaman online ilegal memiliki keterkaitan yang sering kali menciptakan lingkaran persoalan finansial. Banyak korban, kata dia, akhirnya terjebak utang untuk menutupi kerugian akibat perjudian, sehingga kondisi ekonomi dan kehidupan sosial mereka semakin memburuk.
“Judi online dan pinjaman online ilegal adalah lingkaran setan yang merenggut bukan hanya materi, tetapi juga harga diri dan ketenangan batin. Mari belajar dari kisah nyata sebelum kita sendiri yang terjebak dalam pusaran yang tak berujung,” tuturnya.
Pemutaran film tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran publik mengenai bahaya judi online dan praktik pinjaman online ilegal melalui pendekatan budaya dan industri kreatif. Pemerintah berharap pesan yang disampaikan dalam film dapat menjangkau masyarakat lebih luas, terutama kalangan muda yang menjadi kelompok paling rentan terhadap kedua praktik tersebut.
Acara itu turut dihadiri Kapolda Jawa Barat Komjen Pol. Rudi Setiawan, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat MQ Iswara, sutradara Hastobroto, para pemain film Menang untuk Kalah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. ***

