DCNews, Jakarta — Harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian terpantau stabil pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Berdasarkan data yang dikutip dari laman Sahabat Pegadaian pada pukul 06.16 WIB, tiga produk logam mulia yang paling banyak diminati masyarakat, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
Harga emas Antam bertahan di level Rp2.839.000 per gram, sementara emas UBS dipatok Rp2.737.000 per gram dan Galeri24 berada di angka Rp2.718.000 per gram. Stabilnya harga tersebut mencerminkan sikap pasar yang masih menunggu perkembangan sejumlah faktor global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta dinamika geopolitik yang memengaruhi pergerakan aset safe haven.
Meski belum menunjukkan kenaikan maupun penurunan, harga emas tetap menjadi perhatian investor dan masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen penyimpan nilai jangka panjang. Pegadaian menyediakan berbagai pilihan produk emas dengan ukuran yang beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram untuk Galeri24, hingga 500 gram untuk UBS dan 100 gram untuk Antam.
Untuk produk Galeri24, harga emas ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.425.000, ukuran 1 gram Rp2.718.000, dan ukuran 10 gram Rp26.580.000. Sementara itu, ukuran terbesar 1 kilogram dipasarkan seharga Rp2.633.743.000.
Adapun emas Antam dijual mulai Rp1.472.000 untuk ukuran 0,5 gram dan Rp2.839.000 untuk ukuran 1 gram. Harga emas Antam ukuran 10 gram tercatat Rp27.857.000, sedangkan ukuran terbesar yang tersedia di Pegadaian, yakni 100 gram, dipasarkan seharga Rp277.797.000.
Sementara itu, emas UBS ukuran 0,5 gram dijual Rp1.480.000 dan ukuran 1 gram Rp2.737.000. Untuk ukuran 10 gram, harganya mencapai Rp26.702.000. Adapun emas UBS ukuran 500 gram dipasarkan dengan harga Rp1.327.254.000.
Pelaku pasar menilai pergerakan emas saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami penguatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih menahan posisi sambil mencermati arah pasar global sebelum mengambil keputusan investasi berikutnya.
Analisis Dahlan Consultant: Emas Tetap Menarik untuk Lindung Nilai
Konsultan Keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai stabilnya harga emas saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan baru setelah menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Kang Dahlan, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang relevan bagi masyarakat Indonesia, terutama untuk tujuan menjaga daya beli dan melindungi nilai kekayaan dalam jangka panjang.
“Ketika pasar saham dan nilai tukar berfluktuasi, emas biasanya menjadi tempat berlindung yang relatif aman. Karena itu, masyarakat tidak perlu terlalu fokus pada pergerakan harian. Yang lebih penting adalah konsistensi menabung emas secara bertahap sesuai kemampuan keuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, strategi pembelian berkala atau dollar cost averaging masih menjadi pilihan yang bijak bagi investor ritel dibandingkan mencoba menebak titik tertinggi atau terendah harga emas.
Kang Dahlan juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan emas sebagai bagian dari diversifikasi aset, bukan satu-satunya instrumen investasi. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang sehat tetap membutuhkan kombinasi antara dana darurat, investasi produktif, dan perlindungan risiko.
“Emas cocok untuk menjaga nilai aset, tetapi untuk mempercepat pertumbuhan kekayaan tetap diperlukan instrumen lain yang sesuai dengan profil risiko masing-masing. Prinsip utamanya adalah investasi harus mengikuti tujuan keuangan, bukan sekadar mengikuti tren,” kata Kang Dahlan. ***

