Said Didu Soroti Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen: “Jangan Sampai Ditopang Utang dan Pinjol”

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah klaim positif pemerintah atas capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026, kritik datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. Ia menilai laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen perlu dicermati lebih dalam karena diduga ditopang oleh peningkatan utang negara dan lonjakan pinjaman online (pinjol).

Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun media sosial X pribadinya pada Selasa (12/5/2026), Said Didu menyebut pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini tidak sepenuhnya mencerminkan penguatan fundamental ekonomi masyarakat.

Menurut dia, salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan adalah lonjakan belanja pemerintah yang tercatat tumbuh 21,81 persen pada triwulan I 2026. Namun, ia menilai peningkatan belanja tersebut berasal dari tambahan utang negara yang cukup besar.

“Sumber belanja itu berasal dari peningkatan utang sebesar Rp282 triliun dengan bunga sekitar 6 persen per tahun,” ujar Said Didu.

Ia juga menyoroti konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen. Dalam pandangannya, kenaikan konsumsi tersebut patut diwaspadai karena diduga dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan layanan pinjaman online di masyarakat.

“Kemungkinan pertumbuhan ini sumbernya dari pinjaman online. Pinjol meningkat selama triwulan I 2026,” katanya.

Said Didu menyebut nilai outstanding pinjaman online meningkat 26,25 persen menjadi Rp101 triliun. Ia menilai tren tersebut dapat menjadi sinyal bahaya apabila konsumsi masyarakat lebih banyak ditopang oleh utang berbunga tinggi ketimbang peningkatan pendapatan riil.

“Utang adalah bisul pertumbuhan ekonomi. Semoga bisul tersebut tidak makin membesar dan meledak,” ujarnya.

Pernyataan Said Didu menambah daftar kritik terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi nasional yang belakangan dinilai belum sepenuhnya ditopang oleh sektor produktif dan penguatan daya beli masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah sendiri sebelumnya menilai pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 menjadi indikator positif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan geopolitik dunia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

TPS Ilegal Marak, Nabilah Aboebakar: Pemprov DKI Harus Perketat Pengawasan Sampah

DCNews, Jakarta — Persoalan sampah di Ibu Kota kembali...

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Agustus 2026 Anjlok Rp30.000, Investor Perlu Waspadai Volatilitas

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Destry Damayanti dan Ujian Independensi Bank Indonesia

Oleh: Asep Dahlan (Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia | Pendiri...

Surat Presiden Tunjuk Destry Damayanti, OJK-LPS Kompak Dukung Calon Gubernur BI

DCNews, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat kepada...