DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian kembali menguat pada Sabtu (13/6/2026), mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Kenaikan terjadi serentak pada tiga produk emas yang diperdagangkan Pegadaian, yakni Antam, UBS, dan Galeri24.
Berdasarkan data laman Sahabat Pegadaian yang dikutip pada pukul 06.54 WIB, harga emas Antam naik menjadi Rp2.818.000 per gram, sementara emas UBS mencapai Rp2.709.000 per gram dan Galeri24 menembus Rp2.696.000 per gram.
Penguatan tersebut melanjutkan tren kenaikan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Pada Jumat (12/6/2026), harga emas Antam tercatat Rp2.797.000 per gram, UBS Rp2.676.000 per gram, dan Galeri24 Rp2.663.000 per gram.
Kenaikan harga emas terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai yang dinilai lebih aman saat pasar keuangan global menghadapi tekanan. Ketidakpastian arah suku bunga, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, serta meningkatnya tensi geopolitik menjadi faktor yang mendorong investor mengalihkan sebagian portofolionya ke logam mulia.
Di Pegadaian, produk Galeri24 tersedia mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dalam berbagai ukuran hingga 500 gram dan emas Antam tersedia hingga ukuran 100 gram.
Untuk ukuran 1 gram, harga emas Galeri24 dibanderol Rp2.696.000, UBS Rp2.709.000, dan Antam Rp2.818.000. Adapun untuk ukuran 10 gram, harga masing-masing produk mencapai Rp26.368.000 untuk Galeri24, Rp26.426.000 untuk UBS, dan Rp27.649.000 untuk Antam.
Khusus untuk ukuran besar yang banyak diminati investor jangka panjang, harga emas Galeri24 ukuran 1 kilogram mencapai Rp2,612 miliar. Sementara UBS ukuran 500 gram dibanderol Rp1,313 miliar dan Antam ukuran 100 gram mencapai Rp275,7 juta.
Meski tren harga saat ini bergerak naik, Pegadaian mengingatkan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan pergerakan harga logam mulia internasional.
Analisis Dahlan Consultant: Emas Masih Menjadi Pilihan Menarik untuk Menjaga Nilai Aset
Konsultan Keuangan sekaligus Pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai kenaikan harga emas saat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menempatkan logam mulia sebagai instrumen investasi defensif yang efektif menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Menurut pria yang diaapa Kang Dahlan ini, tren kenaikan emas tidak hanya dipicu faktor eksternal seperti konflik geopolitik dan kebijakan bank sentral dunia, tetapi juga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melindungi nilai kekayaan dari tekanan inflasi.
“Ketika volatilitas pasar meningkat, emas biasanya menjadi pilihan utama karena memiliki karakter sebagai penyimpan nilai yang relatif stabil. Investor cenderung mencari instrumen yang mampu menjaga daya beli aset mereka dalam jangka panjang,” ujar dia.
Ia menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas, strategi pembelian secara bertahap atau dollar cost averaging masih menjadi pilihan yang lebih bijak dibandingkan membeli dalam jumlah besar pada satu waktu.
Kang Dahlan juga mengingatkan bahwa meskipun prospek emas masih positif, investor tetap perlu memperhatikan tujuan keuangan dan horizon investasi masing-masing. Menurutnya, emas lebih tepat dijadikan instrumen perlindungan aset dan diversifikasi portofolio daripada sarana mencari keuntungan jangka pendek.
“Selama ketidakpastian global masih tinggi dan tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda, harga emas berpotensi tetap bertahan di level tinggi. Namun investor harus tetap disiplin dan tidak mengambil keputusan hanya karena euforia kenaikan harga,” katanya. ***

