Pengamanan May Day 2026 di Monas, 24.980 Personel Gabungan Disiagakan, 200 Ribu Buruh Diperkirakan Hadir

Date:

DCNews, Jakarta — Di bawah pengamanan ketat dan potensi kehadiran ratusan ribu massa, peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026), dijaga oleh puluhan ribu aparat gabungan guna memastikan aksi berlangsung tertib dan kondusif.

Kepolisian Republik Indonesia mengerahkan sebanyak 24.980 personel untuk mengamankan jalannya aksi yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional. Aparat yang diturunkan berasal dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga satuan pengamanan lainnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, merinci bahwa kekuatan pengamanan terdiri dari 15.575 personel Polri, 6.003 personel TNI, 1.002 personel dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 400 personel pengamanan dalam (Pamdal), serta 2.000 personel Sabuk Kamtibmas.

“Fokus pengamanan adalah memastikan kegiatan May Day berjalan aman, tertib, lancar, humanis, dan kondusif,” ujar Budi dalam keterangan resminya.

Selain pengamanan massa, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan tingkat kepadatan di lapangan. Otoritas mengantisipasi lonjakan arus kendaraan seiring tingginya mobilitas peserta aksi.

“Mengingat akan ada intensitas keramaian dan kepadatan, rekayasa lalu lintas akan bersifat fungsional dan situasional,” kata Budi. Ia juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari kawasan sekitar lokasi aksi.

Aksi May Day tahun ini diperkirakan diikuti sekitar 200 ribu buruh dari berbagai daerah. Mereka akan menyuarakan sedikitnya 11 tuntutan utama, termasuk mendesak pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru yang dinilai lebih melindungi pekerja.

Selain itu, massa buruh juga menuntut penghapusan sistem alih daya (outsourcing), penolakan terhadap praktik upah murah, serta mendorong reformasi perpajakan. Salah satu tuntutan utama adalah kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7,5 juta, serta penghapusan pajak atas tunjangan hari raya (THR), jaminan hari tua, pesangon, dan dana pensiun.

Aksi ini disebut-sebut juga akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menambah perhatian publik terhadap peringatan May Day tahun ini. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perkuat Diplomasi Parlemen, Irine Roba: Kampus Jadi Mitra Strategis Kebijakan Nasional

DCNews, Jakarta — Upaya menjembatani hasil diplomasi parlemen dengan...

Market Brief Hari Ini, Jumat 1 Mei 2026: Emas Menguat, Minyak Fluktuatif, Nasdaq Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global

DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar global pada Jumat (1/5/2026) menunjukkan...

May Day 2026 di Jakarta: Monas Jadi Pusat Aksi, Polisi Prediksi Kemacetan Seharian

DCNews, Jakarta — Ribuan buruh diperkirakan akan memadati kawasan Monumen...

Harga Emas Hari Ini 1 Mei 2026: UBS dan Galeri24 Naik, Antam Justru Turun

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan melalui platform Sahabat...