Harga Emas Hari Ini 1 Mei 2026: UBS dan Galeri24 Naik, Antam Justru Turun

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan melalui platform Sahabat Pegadaian pada Jumat pagi (1/5/2026) menunjukkan pergerakan yang tidak seragam. Dua produk, yakni UBS dan Galeri24, mengalami kenaikan, sementara emas Antam justru terkoreksi. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang masih dipengaruhi sentimen global dan fluktuasi nilai tukar.

Berdasarkan pembaruan pukul 07.06 WIB, harga emas UBS tercatat naik menjadi Rp2.811.000 per gram dari sebelumnya Rp2.792.000. Sementara itu, Galeri24 juga mengalami kenaikan tipis ke level Rp2.786.000 per gram, dari posisi sehari sebelumnya Rp2.775.000.

Berbeda dengan kedua produk tersebut, harga emas Antam justru turun ke Rp2.880.000 per gram dari Rp2.896.000 pada Kamis (30/4/2026). Penurunan ini terjadi di tengah tren kenaikan yang dialami produk lain, mengindikasikan adanya perbedaan respons pasar terhadap masing-masing merek.

Secara umum, emas di Sahabat Pegadaian dijual dalam berbagai ukuran. Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, UBS dari 0,5 gram hingga 500 gram, sementara Antam ditampilkan dalam rentang 0,5 gram hingga 100 gram. Adapun harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.

Rincian harga terbaru menunjukkan bahwa untuk ukuran kecil, emas Galeri24 dibanderol Rp1.461.000 (0,5 gram) dan Rp2.786.000 (1 gram). Emas Antam dijual Rp1.493.000 untuk 0,5 gram dan Rp2.880.000 per gram. Sementara UBS berada di harga Rp1.520.000 untuk 0,5 gram dan Rp2.811.000 per gram. Harga meningkat signifikan untuk ukuran besar, dengan Galeri24 mencapai Rp2,7 miliar untuk 1 kilogram, dan UBS menembus Rp1,36 miliar untuk 500 gram.

Analisis Dahlan Consultant: Fluktuasi Harga Emas Ditengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Fluktuasi harga emas ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral dan pergerakan dolar AS. Emas sendiri dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) yang sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi.

Menurut Asep Dahlan, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant yang akrab disapa Kang Dahlan, pergerakan harga emas yang tidak seragam antarproduk mencerminkan adanya faktor permintaan domestik dan strategi distribusi masing-masing produsen. Ia menilai, kondisi ini justru membuka peluang bagi investor ritel untuk lebih selektif dalam memilih instrumen emas.

“Investor sebaiknya tidak hanya melihat tren kenaikan, tetapi juga memperhatikan spread harga dan likuiditas produk. Dalam jangka menengah, emas masih menarik sebagai alat lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian global yang belum mereda,” ujarnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perkuat Diplomasi Parlemen, Irine Roba: Kampus Jadi Mitra Strategis Kebijakan Nasional

DCNews, Jakarta — Upaya menjembatani hasil diplomasi parlemen dengan...

Market Brief Hari Ini, Jumat 1 Mei 2026: Emas Menguat, Minyak Fluktuatif, Nasdaq Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global

DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar global pada Jumat (1/5/2026) menunjukkan...

May Day 2026 di Jakarta: Monas Jadi Pusat Aksi, Polisi Prediksi Kemacetan Seharian

DCNews, Jakarta — Ribuan buruh diperkirakan akan memadati kawasan Monumen...

Pengamanan May Day 2026 di Monas, 24.980 Personel Gabungan Disiagakan, 200 Ribu Buruh Diperkirakan Hadir

DCNews, Jakarta — Di bawah pengamanan ketat dan potensi kehadiran...