DCNews, Medan — Aksi brutal perampasan mobil oleh sekelompok pria yang mengaku sebagai debt collector kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Insiden yang menimpa satu keluarga ini memicu kemarahan warga setelah kendaraan korban dibawa kabur meski disebut telah lunas dibayar.
Peristiwa itu terjadi pada Senin kemarin (13/4/2026) sore, bermula saat korban melintas di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor. Tanpa peringatan, mobil mereka dikejar oleh enam pria yang mengaku sebagai penagih utang.
Kejar-kejaran berlangsung hingga ke Jalan Sisingamangaraja. Di lokasi tersebut, kendaraan korban diadang dan dihentikan secara paksa oleh para pelaku. Situasi memanas ketika para pria itu mencoba mengambil alih mobil, memicu aksi tarik-menarik kunci antara korban dan pelaku.
Dalam kepanikan, seorang ibu yang berada di dalam mobil nekat berteriak meminta pertolongan. Ia bahkan naik ke atas kap kendaraan sebagai bentuk perlawanan, menarik perhatian warga sekitar.
Meski sempat dikerumuni warga, para pelaku tetap berhasil membawa kabur mobil tersebut. Amarah warga pun memuncak. Mereka melakukan pengejaran dan berhasil menangkap dua dari enam pelaku yang diduga terlibat.
Kedua pria tersebut sempat menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka-luka sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.
“Yang bawa lari mobil satu orang, rupanya ada kawan dan bosnya juga di sini. Setelah saya tanya, korban bilang mobilnya dibawa debt collector padahal sudah lunas,” ujar Fitrah, salah satu warga di lokasi kejadian.
Polisi kemudian membawa kedua pelaku ke Polsek Patumbak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban telah membuat laporan resmi guna menindaklanjuti kasus tersebut.
Hingga kini, aparat masih memburu empat pelaku lainnya yang melarikan diri. Polisi juga mendalami legalitas pihak yang mengaku sebagai debt collector tersebut, termasuk kemungkinan adanya praktik penarikan kendaraan secara ilegal. ***

