DCNews, Jakarta — Harga emas di Pegadaian pada Senin (13/4/2026) terpantau stagnan, dengan produk logam mulia dari Galeri24, Antam, dan UBS tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya, mencerminkan fase konsolidasi pasar di tengah ketidakpastian global.
Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 untuk ukuran 0,5 gram tetap di level Rp1.508.000, sementara ukuran 1 gram dibanderol Rp2.876.000. Stabilnya harga ini menunjukkan minimnya sentimen baru yang mampu menggerakkan pasar dalam jangka pendek.
Untuk emas Antam, harga ukuran 0,5 gram tercatat Rp1.540.000, sedangkan 1 gram berada di posisi Rp2.975.000. Di sisi lain, emas UBS ukuran 0,5 gram dipatok Rp1.562.000 dan ukuran 1 gram dijual Rp2.890.000.
Selain ukuran kecil, Pegadaian juga menyediakan emas batangan dalam berbagai denominasi mulai dari 2 gram hingga 1.000 gram, yang umumnya menjadi pilihan investor jangka panjang.
Rincian Harga Emas Galeri24 di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp1.508.000
- 1 gram: Rp2.876.000
- 2 gram: Rp5.683.000
- 5 gram: Rp14.102.000
- 10 gram: Rp28.130.000
- 25 gram: Rp69.944.000
- 50 gram: Rp139.778.000
- 100 gram: Rp279.418.000
- 250 gram: Rp696.827.000
- 500 gram: Rp1.393.654.000
- 1.000 gram: Rp2.787.308.000
Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp1.540.000
- 1 gram: Rp2.975.000
- 2 gram: Rp5.887.000
- 3 gram: Rp8.804.000
- 5 gram: Rp14.638.000
- 10 gram: Rp29.219.000
- 25 gram: Rp72.917.000
- 50 gram: Rp145.751.000
- 100 gram: Rp291.421.000
Rincian Harga Emas UBS di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp1.562.000
- 1 gram: Rp2.890.000
- 2 gram: Rp5.734.000
- 5 gram: Rp14.171.000
- 10 gram: Rp28.192.000
- 25 gram: Rp70.342.000
- 50 gram: Rp140.395.000
- 100 gram: Rp280.679.000
- 250 gram: Rp701.492.000
- 500 gram: Rp1.401.336.000
Harga emas diketahui bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu, mengikuti dinamika pasar global, termasuk pergerakan suku bunga, inflasi, serta nilai tukar mata uang.
Analisis Dahlan Consultant: Imvestor Cenderung Menahan Aksi Beli Besar
Di sisi lain, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan atau yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai kondisi harga yang stagnan ini mencerminkan fase “wait and see” pelaku pasar. Menurutnya, investor cenderung menahan aksi beli besar sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter global, khususnya dari bank sentral Amerika Serikat. “Dalam situasi seperti ini, emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai. Namun investor ritel sebaiknya mulai mencicil pembelian secara bertahap, bukan sekaligus, untuk memitigasi risiko volatilitas,” ujarnya. ***

