PHK 30.000 Karyawan Oracle: Restrukturisasi Global untuk Danai Investasi AI Miliaran Dolar

Date:

DCNews, Jakarta — Raksasa teknologi Oracle Corporation dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi berdampak pada hingga 30.000 karyawan secara global. Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan sekaligus pengalihan anggaran miliaran dolar untuk memperkuat investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).

Gelombang efisiensi di industri teknologi global kembali terjadi. Di tengah persaingan pengembangan AI yang semakin agresif, perusahaan-perusahaan besar mulai mengalihkan sumber daya dari tenaga kerja ke infrastruktur teknologi. Oracle menjadi salah satu pemain terbaru yang melakukan langkah drastis tersebut.

Mengutip laporan Independent pada Senin (6/4/2026), pemberitahuan PHK dikirim melalui email kepada karyawan di sejumlah negara, termasuk Kanada, India, Meksiko, dan Amerika Serikat. Perusahaan menyebut restrukturisasi organisasi sebagai alasan utama, dengan target efisiensi biaya mencapai 8 miliar hingga 10 miliar dolar AS guna mendukung pembangunan pusat data dan pengembangan AI.

Di Amerika Serikat, dampak PHK terlihat signifikan. Sekitar 491 karyawan yang bekerja jarak jauh dari wilayah Seattle dan Washington dijadwalkan diberhentikan pada Juni. Posisi yang terdampak didominasi pekerja kerah putih, mulai dari pengembang perangkat lunak, manajer program, hingga manajemen tingkat menengah.

PHK juga terjadi di Kansas City, Missouri, dengan sekitar 539 karyawan akan terdampak pada periode akhir Mei hingga awal Juni. Sementara di India, jumlah karyawan yang kehilangan pekerjaan dilaporkan mencapai sekitar 12.000 orang, terutama dari sektor teknik dan infrastruktur cloud.

Sejumlah karyawan menyuarakan respons emosional atas keputusan tersebut. Eugenia Zanolli Andrade, manajer kesuksesan pelanggan Oracle, mengungkapkan kesedihannya melalui LinkedIn. “Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa beratnya rasanya,” tulisnya.

Langkah Oracle ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi tenaga kerja di tengah dorongan investasi AI. Amazon sebelumnya memangkas sekitar 16.000 karyawan, sementara Block Inc. juga mengurangi sekitar 4.000 pekerja dalam beberapa bulan terakhir.

H.P. Newquist, analis dari The Relayer Group, menilai PHK Oracle bukan semata akibat otomatisasi AI yang langsung menggantikan manusia. Ia menegaskan bahwa penghematan dari pemangkasan tenaga kerja lebih diarahkan untuk membangun infrastruktur AI yang mahal.

“PHK memiliki sedikit atau tidak ada hubungannya dengan penggunaan AI untuk menggantikan karyawan secara langsung,” ujarnya.

Namun, kekhawatiran terhadap masa depan pekerjaan tetap meningkat. Laporan dari Anthropic menyebut profesi seperti programmer, layanan pelanggan, dan pemasaran termasuk yang paling rentan terhadap disrupsi AI. Bahkan Goldman Sachs memperkirakan sekitar 6% hingga 7% pekerja di Amerika Serikat berpotensi terdampak teknologi tersebut.

Fenomena ini juga diperkuat oleh pernyataan pimpinan Ford Motor Company yang menyebut AI berpotensi menggantikan hingga setengah pekerjaan kerah putih dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, PHK besar-besaran Oracle mencerminkan pergeseran strategi industri teknologi global—dari ekspansi tenaga kerja menuju investasi intensif pada AI. Perusahaan kini dihadapkan pada dilema antara efisiensi biaya dan stabilitas tenaga kerja, di tengah perlombaan menguasai teknologi masa depan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Naik Rp2.000, Tembus Rp2,677 Juta per Gram pada HUT ke-81 RI

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

HUT ke-81 RI, Habib Aboe: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan, Listrik, dan Teknologi

DCNews, Jakarta — Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia...

Warga Antre Sejak Pukul 02.00 WIB demi Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

DCNews, Jakarta — Antusiasme masyarakat untuk mengikuti langsung upacara peringatan...

Aliran Dana Pinjol Diminta Ditelusuri, Kang Dahlan: Pengawasan Jangan Hanya ke Debitur

DCNews, Jakarta — Desakan mantan Menteri Hukum dan HAM sekaligus...