DCNews, Jakarta – Di tengah dinamika politik nasional dan ketidakpastian global, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengkritik keras seruan pengamat politik Saiful Mujani yang mendorong upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Fahri menilai ajakan tersebut berpotensi membuka ruang tindakan inkonstitusional yang justru dapat mengganggu stabilitas negara dan merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun.
“Harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional. Dalam sistem kita, presiden bukan satu-satunya kekuasaan. Ada cabang-cabang lain yang juga memikul tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Fahri usai menghadiri rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan, proses demokrasi di Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang sehingga tidak seharusnya dirusak oleh narasi yang mengarah pada kekacauan politik. Fahri pun meminta seluruh pihak, terutama kalangan aktivis, untuk melakukan introspeksi dalam menyampaikan aspirasi.
“Saya kira kawan-kawan, apalagi aktivis, harus ingat bahwa kita membangun demokrasi ini tidak mudah. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali, nanti justru merugikan kita semua. Tolong introspeksi,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia itu lagi.
Selain itu, Fahri juga menyoroti situasi global yang tengah bergejolak. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk menjaga soliditas nasional, bukan justru terpecah oleh konflik politik internal.
“Dunia sedang tidak mengizinkan kita untuk macam-macam. Justru kita dituntut kompak dan bersatu. Kalau bicara Pak Prabowo, tidak ada niat yang tidak baik. Semua ini untuk masyarakat,” ujar mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 tersebut.
Sebelumnya, Saiful Mujani dalam forum halal bihalal di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026, menyerukan konsolidasi masyarakat sipil hingga aksi massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai jalur formal seperti pemakzulan tidak lagi memungkinkan karena kuatnya dukungan politik pemerintah di parlemen.
“Yang jalan hanya ini. Bisa tidak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu. Kalau menasihati tidak bisa, ya dijatuhkan. Itu untuk menyelamatkan bangsa ini,” kata Mujani dalam video yang beredar. ***

