DCNews, Bogor — Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dampak sosial pinjaman online, pengakuan seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) viral di media sosial setelah ia mengaku mencuri tiga unit laptop milik temannya dalam rentang waktu berbeda.
Video pengakuan tersebut pertama kali beredar melalui akun Instagram Instagram @ipb_menfess dan segera memicu gelombang reaksi warganet. Dalam rekaman itu, mahasiswa berinisial A.M.S dari Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) angkatan 59 menyampaikan secara terbuka kronologi serta motif di balik tindakannya.
Ia mengungkapkan telah mengambil laptop milik tiga rekannya pada waktu berbeda: milik Rio pada 4 Desember 2024, milik Moses pada 17 Oktober 2025, dan milik Hardiaz pada 16 Maret 2026. Pengakuan tersebut disampaikan langsung dalam video yang kemudian tersebar luas dan menjadi bahan perbincangan publik.
Dalam pernyataannya, A.M.S menyebut tekanan ekonomi akibat jeratan pinjaman online (pinjol) sebagai pemicu utama aksinya. Ia mengaku menggunakan pinjol untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, yang kemudian berujung pada tindakan kriminal.
“Alasan saya mengambil tiga laptop tersebut adalah karena saya terikat dengan pinjol untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup saya,” ujarnya dalam video yang dikutip pada Minggu (5/4/2026).
Selain mengakui perbuatannya, A.M.S juga menyampaikan permohonan maaf kepada para korban. Ia menyatakan telah mengembalikan satu unit laptop dan berkomitmen mengganti dua unit lainnya yang telah dijual, sesuai dengan harga pembelian awal. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta siap menerima konsekuensi hukum maupun sosial atas tindakannya.
Kasus ini memicu perdebatan luas di ruang publik, khususnya terkait fenomena pinjaman online yang kian marak dan dinilai berpotensi menjerat pengguna dalam tekanan finansial serius. Sejumlah warganet menyoroti pentingnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa, sementara lainnya menekankan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap praktik pinjol.
Hingga laporan ini ditulis, pihak Institut Pertanian Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut maupun langkah yang akan diambil terhadap mahasiswa yang bersangkutan. ***

