Market Brief Hari Ini: Emas Bertahan Tinggi, Minyak Bergejolak, Nasdaq Tertekan Sentimen Geopolitik

Date:

DCNews, Jakarta — Pergerakan pasar global pada Senin (23/3/2026) dibayangi ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan bank sentral, mendorong volatilitas di berbagai instrumen mulai dari emas, minyak, hingga mata uang utama dan indeks saham teknologi.

Ketegangan di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan suku bunga global menjadi faktor dominan yang membentuk sentimen investor, dengan kecenderungan pasar bergerak defensif namun tetap fluktuatif.

Gold (Emas)

Harga emas (gold) masih bertahan di level tinggi kisaran USD 5.100–5.180 per troy ounce, mencerminkan kuatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Secara fundamental, emas didukung oleh risiko geopolitik dan ekspektasi suku bunga yang cenderung tertahan. Namun, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka jika dolar AS menguat atau tekanan inflasi mereda.

Oil (Minyak)

Harga minyak (oil) bergerak sangat volatil di kisaran USD 96–108 per barel, bahkan sempat melonjak di atas USD 119 akibat gangguan pasokan global.

Lonjakan ini dipicu konflik Timur Tengah yang mengganggu distribusi energi global, memicu kekhawatiran inflasi dan memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia.

Kurs Mata Uang

Pasangan EUR/USD cenderung menguat terbatas di kisaran 1.16, seiring pelemahan dolar AS akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter.

Namun, pergerakan euro masih rentan karena tekanan ekonomi kawasan Eropa dan sensitivitas tinggi terhadap harga energi.

GBP/USD bergerak stabil dengan kecenderungan bullish moderat, didukung ekspektasi kebijakan yang lebih fleksibel dari bank sentral Inggris.

Penguatan pound juga ditopang oleh melemahnya dolar AS, meskipun volatilitas tetap tinggi menjelang arah kebijakan lanjutan.

USD/JPY masih berada dalam tren naik di kisaran 153, mencerminkan dominasi dolar AS terhadap yen yang tertekan kebijakan moneter longgar Jepang.

Namun, potensi koreksi tetap terbuka jika terjadi pergeseran sentimen risiko global atau intervensi otoritas Jepang.

Nasdaq Bergerak Fluktuatif 

Indeks Nasdaq menunjukkan tekanan dengan pergerakan fluktuatif, meskipun sempat mencatat kenaikan terbatas di sekitar level 24.900.

Sektor teknologi menjadi sensitif terhadap kenaikan yield dan ketidakpastian ekonomi, terutama di tengah lonjakan harga energi global.

Kesimpulan Dahlan Consultant 

Terkait market breaf hari ini, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, pasar global saat ini berada dalam fase high uncertainty dengan tiga faktor utama, yakni konflik geopolitik, harga energi, dan arah suku bunga. Minyak yang tinggi berpotensi memperpanjang tekanan inflasi, sementara emas tetap menjadi lindung nilai utama.

Di sisi lain, lanjut pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, mata uang dan indeks saham bergerak lebih selektif, mencerminkan sikap wait and see investor. Dalam jangka pendek, pasar cenderung volatile dengan bias defensif, di mana aset safe haven tetap unggul, sementara aset berisiko seperti saham—terutama teknologi—masih menghadapi tekanan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Aktris Jadi Korban Dugaan Penipuan Bisnis di Bali, Usaha Kuliner Hancur dan Diteror Debt Collector

DCNews, Jakarta — Di balik geliat industri pariwisata Bali yang...

Polisi Harus Investigasi Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen Debt Collector Pembelian Mobil Mewah di Jawa Timur

DCNews, Jakarta – Mobil mewah Lexus RX350 milik Andy...

Indosaku Minta Maaf Usai Kasus Debt Collector Viral, Putus Mitra dan Audit Internal

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya sorotan terhadap praktik penagihan...

Market Breaf Hari Ini 29 April 2026: Emas Bergerak Stabil, Minyak Menguat, Indeks Teknologi Tertekan

DCNews, Jakarta — Harga emas bergerak sedikit menguat, minyak...