Prospek Asuransi Perjalanan Naik Saat Mudik Lebaran 2026, OJK Soroti Peluang dan Tantangan Industri

Date:

DCNews, Jakarta — Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idul Fitri 2026 diproyeksikan menjadi katalis bagi pertumbuhan industri asuransi perjalanan dan kecelakaan diri, seiring meningkatnya kesadaran akan risiko selama perjalanan.

Di tengah persiapan jutaan warga untuk pulang ke kampung halaman, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat momentum musiman ini sebagai peluang strategis untuk memperluas penetrasi produk perlindungan berbasis perjalanan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan bahwa tren peningkatan kebutuhan asuransi perjalanan sejalan dengan proyeksi jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 143 juta orang tahun ini.

“Prospek asuransi perjalanan dan kecelakaan diri menjelang momen mudik Lebaran umumnya meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).

Besarnya volume perjalanan tersebut, menurut Ogi, membuka ruang bagi perusahaan asuransi untuk tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat yang selama ini belum tersentuh produk perlindungan.

Ia menambahkan, momentum mudik dapat dimanfaatkan industri untuk mengoptimalkan distribusi produk yang relevan dengan kebutuhan pemudik, mulai dari perlindungan kecelakaan hingga risiko keterlambatan perjalanan.

 

Lebih jauh, OJK juga menilai periode ini sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi asuransi. Industri didorong untuk lebih aktif menghadirkan edukasi publik serta menyediakan produk yang sederhana, terjangkau, dan mudah diakses.

Imbangi dengan Kualitas Layanan 

Namun, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengingatkan bahwa peningkatan permintaan harus diimbangi dengan transparansi dan kualitas layanan. Menurutnya, tanpa edukasi yang memadai, masyarakat berisiko membeli produk yang tidak sesuai kebutuhan.

“Momentum ini memang besar, tapi industri harus memastikan nasabah memahami manfaat dan batasan polis. Jika tidak, justru bisa menimbulkan distrust di kemudian hari,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, saat dihuhungi DCNews, Jumat (20/3/2026).

Ia menilai, pendekatan berbasis edukasi dan digitalisasi layanan akan menjadi kunci agar pertumbuhan industri asuransi tidak hanya bersifat musiman, tetapi berkelanjutan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemkot Bogor Perluas Sosialisasi Anti Pinjol dan Judi Online 2026, Sasar Kelompok Rentan

DCNews, Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperluas strategi...

Prancis Tetapkan Roadmap Hentikan Energi Fosil 2050, Batu Bara Disetop 2030

DCNews, Paris — Prancis meluncurkan peta jalan nasional untuk...

Aktris Jadi Korban Dugaan Penipuan Bisnis di Bali, Usaha Kuliner Hancur dan Diteror Debt Collector

DCNews, Jakarta — Di balik geliat industri pariwisata Bali yang...

Polisi Harus Investigasi Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen Debt Collector Pembelian Mobil Mewah di Jawa Timur

DCNews, Jakarta – Mobil mewah Lexus RX350 milik Andy...