Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Pemerintah Terapkan One Way Lokal di Tol Jakarta–Cikampek

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya pergerakan pemudik menuju kampung halaman, pemerintah mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way lokal di ruas Tol Jakarta–Cikampek sebagai langkah awal mengurai kepadatan kendaraan yang terus bertambah sejak awal pekan ini.

Lonjakan volume kendaraan yang signifikan mendorong pemerintah bergerak cepat menerapkan skema pengendalian arus lalu lintas. Kebijakan one way lokal Tahap I resmi diberlakukan sebagai bagian dari strategi terpadu untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026.

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono meninjau langsung kondisi lalu lintas di KM 29 Tol Jakarta–Cikampek pada Selasa malam (17/3/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi awal sejak rekayasa lalu lintas diterapkan pada siang harinya.

Dudy mengatakan, penerapan one way lokal dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi, dengan cakupan awal dari KM 70 hingga KM 263.

“Korlantas Polri telah memulai rekayasa lalu lintas one way lokal tahap pertama. Harapannya perjalanan masyarakat dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, kebijakan ini bersifat antisipatif untuk meredam potensi kemacetan yang kerap terjadi saat puncak arus mudik. Ia menegaskan, pelaksanaan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi riil di lapangan.

Hingga Selasa malam, arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek dilaporkan masih dalam kondisi terkendali meskipun volume kendaraan terus meningkat. “Sejauh ini arus lalu lintas terpantau terkendali dan berjalan lancar,” kata Dudy.

Pemerintah berharap skema one way lokal ini mampu memberikan dampak positif terhadap kelancaran perjalanan pemudik, sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalur utama.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari manajemen lalu lintas terpadu selama musim mudik, yang juga mencakup penerapan contraflow serta pembatasan operasional angkutan barang secara fleksibel.

Data Korlantas Polri menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan berdampak pada penurunan angka kecelakaan sebesar 15,5 persen dan fatalitas hingga 38,9 persen dibanding periode sebelumnya.

Sementara itu, Jasa Marga mencatat sekitar 1,1 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta hingga sore hari pada 17 Maret 2026, atau setara 32 persen dari total proyeksi arus mudik tahun ini. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap pembatasan operasional kendaraan berat, khususnya truk bersumbu tiga ke atas, guna menjaga kelancaran lalu lintas.

Dudy mengimbau pelaku usaha untuk sementara menghentikan operasional kendaraan angkutan barang sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pembatasan ini penting demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.

Peningkatan Arus Mudik, Pemulihan Mobilitas Akhir Tahun

Peningkatan arus mudik tahun ini mencerminkan pemulihan mobilitas masyarakat yang semakin kuat pascapandemi, sekaligus menjadi indikator positif bagi aktivitas ekonomi domestik. Tingginya pergerakan kendaraan menunjukkan daya beli masyarakat relatif stabil, terutama menjelang periode Lebaran yang identik dengan konsumsi tinggi.

Dalam jangka panjang, tren ini berpotensi mendorong pertumbuhan sektor transportasi, logistik, serta pariwisata domestik hingga akhir 2026. Namun demikian, tantangan utama tetap terletak pada kapasitas infrastruktur jalan tol dan efektivitas manajemen lalu lintas. Tanpa rekayasa yang adaptif, lonjakan volume kendaraan berisiko memicu kemacetan ekstrem yang dapat menghambat distribusi barang dan mobilitas orang.

Karena itu, kebijakan seperti one way, contraflow, serta pembatasan kendaraan berat diperkirakan akan tetap menjadi instrumen utama pemerintah, tidak hanya saat mudik Lebaran, tetapi juga pada periode libur panjang lainnya hingga akhir tahun. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe Bakar Silaturahmi dengan 18 Ulama di Madura

DCNews, Madura — Polemik yang sempat berkembang antara anggota...

Fakta Baru Pembunuhan di Lampung Selatan, Ternyata Pelaku Terjerat Pinjol dan Judi Online

DCNews, Lampung Selatan — Suara teriakan minta tolong yang...

Posisi Strategis Sekretaris Kabinet

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Menteri PKP, juga Wakil Ketua...

Akses Diskusi DPR Disebut Tertutup, TB Hasanuddin Soroti Minimnya Kehadiran Menhan dan Menlu

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari...