DCNews, Jakarta — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 atau enam hari menjelang Lebaran, aparat kepolisian mencatat perkembangan positif dalam pengamanan arus mudik nasional. Kepolisian menyatakan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas selama periode mudik tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, mengatakan tingkat fatalitas korban kecelakaan secara nasional turun hingga 45 persen pada fase awal arus mudik Lebaran 2026. Penurunan tersebut, menurutnya, menjadi indikator awal keberhasilan strategi pengamanan yang diterapkan dalam Operasi Ketupat tahun ini.
“Indikator fatalitas korban ada penurunan dari tahun lalu sampai 91 persen untuk wilayah Jawa Barat. Tahun lalu ada 26 orang meninggal dunia, tahun ini baru satu orang. Ini awal keberhasilan Operasi Ketupat,” kata Agus saat meninjau Pos Terpadu KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Minggu (15/3/2026), sebagaimana dikutip DXNews dari akun resmi NTMC Polri.
Penurunan angka korban jiwa tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Barat. Agus menyebut tren serupa juga terlihat secara nasional, dengan penurunan fatalitas mencapai 45 persen dibandingkan periode mudik Lebaran tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan indikator keselamatan lalu lintas ini tidak lepas dari peningkatan koordinasi lintas lembaga serta optimalisasi teknologi digital dalam pengawasan arus kendaraan. Sistem pemantauan berbasis data real-time memungkinkan aparat untuk merespons lebih cepat terhadap potensi kepadatan maupun insiden di jalan.
“Negara hadir memastikan seluruh rangkaian kegiatan ini terkendali. Kami menggunakan teknologi digital untuk memantau, mencari data real, hingga memutuskan langkah di lapangan,” ujarnya.
Operasi Ketupat tahun ini memiliki kompleksitas yang lebih tinggi karena berlangsung bersamaan dengan rangkaian perayaan keagamaan dan libur panjang, mulai dari Ramadan, Idul Fitri hingga Hari Raya Nyepi. Kondisi tersebut meningkatkan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa kepolisian tidak akan cepat berpuas diri. Korlantas Polri tetap melakukan evaluasi berkala terhadap jumlah kejadian kecelakaan serta efektivitas pengamanan di lapangan sepanjang masa operasi berlangsung.
Evaluasi mingguan, menurutnya, menjadi bagian penting untuk memastikan strategi pengaturan lalu lintas tetap adaptif terhadap dinamika arus mudik yang terus berkembang hingga puncak perjalanan Lebaran.:
Penurunan Adanya Perbaikan Dalam Manajemen Lalin
Penurunan fatalitas hingga 45 persen menunjukkan adanya perbaikan dalam manajemen lalu lintas mudik, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas, pemantauan berbasis teknologi, dan peningkatan kesiapsiagaan petugas di titik rawan kecelakaan. Namun demikian, efektivitas kebijakan ini masih akan diuji pada fase puncak arus mudik yang biasanya terjadi beberapa hari menjelang Idul Fitri, ketika volume kendaraan meningkat tajam di jalur utama Pulau Jawa. ***

