Harga Emas Pegadaian 16 Maret 2026 Stagnan, Galeri24 Rp3,01 Juta per Gram dan UBS Rp3,02 Juta

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui layanan Pegadaian tercatat tidak mengalami perubahan pada perdagangan Senin pagi, 16 Maret 2026. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian pada pukul 06.00 WIB, harga emas produksi Galeri24 dan UBS terpantau stagnan dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

Emas Galeri24 saat ini dipatok di level Rp3.012.000 per gram. Angka tersebut sama dengan harga pada perdagangan Minggu (15/3/2026), menandakan pasar emas ritel domestik masih berada dalam fase konsolidasi.

Sementara itu, emas produksi UBS juga belum mengalami pergerakan harga. Logam mulia tersebut diperdagangkan di level Rp3.026.000 per gram, mempertahankan posisi yang sama seperti pada hari sebelumnya.

Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran emas bagi investor ritel. Produk Galeri24 tersedia mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram. Adapun emas UBS ditawarkan mulai dari 0,5 gram hingga ukuran terbesar 500 gram.

Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini

Emas Batangan Galeri24
  • 0,5 gram: Rp1.580.000
  • 1 gram: Rp3.012.000
  • 2 gram: Rp5.951.000
  • 5 gram: Rp14.768.000
  • 10 gram: Rp29.456.000
  • 25 gram: Rp73.244.000
  • 50 gram: Rp146.372.000
  • 100 gram: Rp292.598.000
  • 250 gram: Rp729.697.000
  • 500 gram: Rp1.459.392.000
  • 1.000 gram: Rp2.918.784.000
Emas Batangan UBS
  • 0,5 gram: Rp1.635.000
  • 1 gram: Rp3.026.000
  • 2 gram: Rp6.005.000
  • 5 gram: Rp14.839.000
  • 10 gram: Rp29.523.000
  • 25 gram: Rp73.660.000
  • 50 gram: Rp147.017.000
  • 100 gram: Rp293.919.000
  • 250 gram: Rp734.581.000
  • 500 gram: Rp1.467.437.000
Analisis Pasar

Stagnannya harga emas ritel di Pegadaian menunjukkan pasar sedang menunggu sentimen baru dari pergerakan harga emas global. Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas internasional cenderung bergerak stabil setelah mengalami reli pada awal tahun, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga global.

Di pasar domestik, permintaan emas biasanya mulai meningkat menjelang periode Ramadan hingga Lebaran, ketika masyarakat cenderung membeli emas sebagai instrumen investasi maupun hadiah. Namun, stabilnya harga saat ini juga menandakan investor ritel masih mengambil posisi “wait and see” sambil memantau arah inflasi global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter Amerika Serikat.

Jika ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global kembali meningkat, emas berpotensi kembali menjadi aset lindung nilai (safe haven) yang mendorong kenaikan harga dalam beberapa pekan ke depan. Sebaliknya, apabila tekanan inflasi mereda dan suku bunga global tetap tinggi, harga emas berpotensi bergerak lebih terbatas dalam jangka pendek. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Reformasi Birokrasi di Banjarbaru Dapat Apresiasi Komisi III DPR Lewat MPP Terintegrasi

DCNews, Banjarbaru — Di tengah tuntutan publik terhadap birokrasi...

Penangkapan Pejabat Korup Bukan Ukuran Keberhasilan, Fahri Hamzah Usul Peradilan Etika

DCNews, Jakarta — Di tengah deretan operasi tangkap tangan dan...

Bobby Nasution Minta OJK Perkuat Keuangan Syariah di Sumut, Dorong Industri Halal dan Skema Pembiayaan Daerah

DCNews, Medan —Di tengah upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah...

Soroti Bahaya Pinjol bagi Perempuan, PWNA Banten Desak Penguatan Literasi Hukum dan Keuangan

DCNews, Serang - Maraknya praktik pinjaman online (pinjol), terutama...