Market Brief 13 Maret 2026: Emas Stabil, Harga Minyak Naik, Nasdaq Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global

Date:

DCNews, Jakarta— Pasar keuangan global bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik, lonjakan harga energi, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan sebagian portofolio ke aset lindung nilai seperti emas, sementara pasar saham teknologi di Wall Street mengalami tekanan.

Pergerakan sejumlah instrumen utama—mulai dari komoditas, valuta asing hingga indeks saham—menunjukkan dinamika yang mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap risiko global.

Emas Bertahan di Level Tinggi

Harga emas dunia masih bertahan di level tinggi meski bergerak terbatas. Pada perdagangan terbaru, emas spot berada di kisaran US$2.160 per troy ounce setelah sebelumnya sempat menguat dalam beberapa sesi terakhir.

Kenaikan emas dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Namun penguatan dolar AS menahan laju kenaikan logam mulia tersebut.

Harga Minyak Menguat

Sementara itu, harga minyak dunia mencatat kenaikan di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Minyak jenis Brent diperdagangkan di kisaran US$83–85 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$79–81 per barel.

Lonjakan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta proyeksi meningkatnya permintaan energi global menjelang musim panas di negara-negara maju.

Pergerakan Pasar Valuta Asing

Di pasar mata uang, dolar AS masih menunjukkan dominasi terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Pasangan EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1,09, mencerminkan tekanan terhadap euro akibat penguatan dolar AS yang didorong data ekonomi Amerika yang relatif solid.

Sementara itu GBP/USD berada di sekitar 1,27 dengan pergerakan terbatas. Poundsterling masih dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Bank of England serta kondisi ekonomi Inggris yang melambat.

Di sisi lain, pasangan USD/JPY bergerak di kisaran 148–149, mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan masih menjadi faktor utama yang mendukung penguatan dolar terhadap yen.

Nasdaq Tertekan

Indeks saham teknologi Amerika Serikat Nasdaq mengalami tekanan pada perdagangan terakhir. Indeks tersebut melemah setelah investor melakukan aksi ambil untung pada saham teknologi berkapitalisasi besar.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi turut menekan sentimen di sektor teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Analisis Pasar: Pergerakan Pasar Global, Cenderung Risk-Off 

Secara keseluruhan, pergerakan pasar global saat ini menunjukkan kecenderungan risk-off, di mana investor lebih berhati-hati menghadapi kombinasi risiko geopolitik, inflasi energi, dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Dalam jangka pendek, emas berpotensi tetap menjadi instrumen lindung nilai utama, sementara harga minyak masih berpeluang bertahan tinggi jika ketegangan geopolitik berlanjut.

Di sisi lain, pasar saham—khususnya sektor teknologi seperti Nasdaq—diperkirakan masih menghadapi volatilitas hingga terdapat kejelasan mengenai arah kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi global. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Polres Aceh Barat Daya Sidak HP Anggota, Pastikan Bebas Judi Online dan Pinjol Ilegal

DCNews, Aceh Barat Daya — Di tengah meningkatnya perhatian...

Dirjen Pajak Buka Suara soal Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

DCNews, Jakarta — Polemik mengenai pelibatan Bintara Pembina Desa...

RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disahkan Jadi UU

DCNews, Jakarta – DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang...

OJK: Multifinance Bertanggung Jawab atas Tindakan Debt Collector, Konsumen Berhak Mendapat Perlindungan

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa...