DCNews, Jalarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui layanan Pegadaian tercatat turun pada perdagangan Selasa pagi, 10 Maret 2026. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada pukul 07.20 WIB, harga emas produksi UBS dan Galeri24 sama-sama mengalami penurunan dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Emas batangan UBS kini dipatok sebesar Rp3.053.000 per gram, turun dari harga Senin pagi yang berada di level Rp3.105.000 per gram. Sementara itu, emas produksi Galeri24 juga melemah menjadi Rp3.039.000 per gram, dari sebelumnya Rp3.091.000 per gram.
Penurunan harga tersebut mencerminkan dinamika pasar emas global yang bergerak fluktuatif. Seperti komoditas investasi lainnya, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar internasional dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di Pegadaian, emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sedangkan emas UBS dipasarkan dengan ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Berikut daftar harga emas Pegadaian per Selasa (10/3/2026) pagi:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.593.000
- 1 gram: Rp3.039.000
- 2 gram: Rp6.004.000
- 5 gram: Rp14.900.000
- 10 gram: Rp29.721.000
- 25 gram: Rp73.903.000
- 50 gram: Rp147.690.000
- 100 gram: Rp295.233.000
- 250 gram: Rp736.270.000
- 500 gram: Rp1.472.540.000
- 1.000 gram: Rp2.945.080.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.651.000
- 1 gram: Rp3.053.000
- 2 gram: Rp6.059.000
- 5 gram: Rp14.973.000
- 10 gram: Rp29.788.000
- 25 gram: Rp74.323.000
- 50 gram: Rp148.342.000
- 100 gram: Rp296.567.000
- 250 gram: Rp741.198.000
- 500 gram: Rp1.480.657.000
Analisis Pasar
Penurunan harga emas domestik ini diperkirakan terkait dengan koreksi harga emas global setelah sebelumnya mencatat kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pergerakan dolar AS yang menguat serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga turut memengaruhi sentimen pasar logam mulia.
Meski mengalami koreksi jangka pendek, emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) yang menarik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Analis pasar memperkirakan volatilitas harga emas akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, terutama menjelang keputusan kebijakan moneter global dan perkembangan geopolitik yang dapat memicu permintaan terhadap aset aman. ***

