Market Brief 6 Maret 2026: Emas Stabil, Minyak Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, Nasdaq Melemah

Date:

DCNews, Jakarta – Pasar global hari ini (Jumat, 6 Maret 2026) dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan tajam harga minyak dunia, sementara harga emas bertahan stabil di level tinggi. Pasar valuta asing menunjukkan pergerakan beragam dengan dolar AS yang tetap kuat sebagai aset aman, sementara indeks teknologi Nasdaq di Wall Street mengalami penurunan akibat kekhawatiran inflasi yang meningkat.

Emas

Harga emas spot pada hari ini bertahan stabil di sekitar level $5.143,93 per ons, naik sedikit sebesar 1,03% atau $52,26 dibandingkan penutupan sebelumnya. Di pasar Indonesia, harga emas Antam 1 gram turun tipis menjadi Rp3.024.000 dari Rp3.049.000 pada hari sebelumnya, sementara harga emas di Galeri 24 tercatat sebesar Rp3.080.000 per gram untuk harga jual dan Rp2.889.000 per gram untuk harga buyback.

Stabilitas harga emas didorong oleh permintaan aset aman yang terus meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, meskipun aksi ambil untung oleh investor juga terlihat terjadi di beberapa pasar. “Emas tetap menjadi pilihan utama investor saat ketidakpastian geopolitik meningkat, namun beberapa investor memilih untuk mengambil keuntungan setelah harga naik dalam beberapa hari terakhir,” kata seorang analis pasar di Jakarta.

Minyak

Harga minyak dunia melonjak tajam pada hari ini akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasokan global. Harga minyak mentah Brent naik 3% menjadi $83,89 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,8% menjadi $78,95 per barel.

Sepanjang minggu ini, harga minyak Brent telah naik sekitar 15,7% dan harga minyak WTI naik sekitar 17,8%, dengan Brent diperdagangkan sedikit di bawah level tertingginya sejak Juli 2024. Kekhawatiran tentang gangguan pasokan melalui Selat Hormuz menjadi fokus utama pasar, sementara data stok minyak mentah AS yang naik lebih dari yang diharapkan juga mempengaruhi pergerakan harga. “Konflik di Timur Tengah telah menimbulkan kekhawatiran serius tentang pasokan minyak dunia, yang mendorong harga naik tajam,” kata seorang ahli energi di New York.

EUR/USD

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak sideways di sekitar level 1,16 pada hari ini, setelah sebelumnya turun ke level terendah tiga bulan akibat kekuatan dolar AS. Pada hari Kamis, pasangan ini tercatat di level 1,1609, turun 0,32% pada hari itu, namun kemudian stabil setelah data menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor swasta Zona Euro meningkat pada bulan Februari dan tingkat pengangguran turun sedikit.

Meskipun ada sinyal ekonomi yang mendukung, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran tentang inflasi masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasangan ini. “Dolar AS tetap kuat sebagai aset aman, yang menekan mata uang utama lainnya seperti euro,” kata seorang analis valuta asing di London.

GBP/USD

Pasangan mata uang GBP/USD juga bergerak lemah pada hari ini, tercatat di sekitar level 1,33283 pada hari Kamis, turun sedikit dibandingkan penutupan sebelumnya. Kelemahan pound sterling didorong oleh kekhawatiran tentang stagflasi di Inggris, sementara kekuatan dolar AS sebagai aset aman juga mempengaruhi pergerakan pasangan ini.

Meskipun ada beberapa sinyal ekonomi yang positif, ketidakpastian tentang kebijakan moneter Bank of England dan dampak konflik Timur Tengah pada ekonomi global masih menjadi faktor yang membebani pound sterling. “Kekhawatiran tentang stagflasi di Inggris telah menekan pound sterling, sementara kekuatan dolar AS juga memberikan tekanan tambahan,” kata seorang ekonom di London.

USD/JPY

Pasangan mata uang USD/JPY bergerak stabil di sekitar level 157,49 pada hari ini, dengan perubahan kecil sebesar -0,05% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kestabilan pasangan ini didorong oleh kekuatan dolar AS yang seimbang dengan kekhawatiran tentang ekonomi Jepang dan kebijakan moneter Bank of Japan.

Meskipun ada beberapa sinyal ekonomi yang positif di Jepang, ketidakpastian tentang dampak konflik Timur Tengah pada ekonomi global masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasangan ini. “Kekuatan dolar AS dan kekhawatiran tentang ekonomi Jepang telah menciptakan keseimbangan dalam pergerakan USD/JPY,” kata seorang analis valuta asing di Tokyo.

Nasdaq

Indeks teknologi Nasdaq Composite di Wall Street mengalami penurunan pada hari Kamis, turun 58,50 poin atau 0,3% menjadi 22.748,99. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran tentang inflasi yang meningkat akibat kenaikan harga minyak dunia, serta kekhawatiran tentang dampak konflik Timur Tengah pada ekonomi global.

Beberapa saham teknologi besar juga mengalami penurunan, termasuk Meta Platforms yang turun 1,07% menjadi $660,57 dan Super Micro Computer yang turun 1,26% menjadi $32,24. Meskipun ada beberapa saham yang mengalami kenaikan, kekhawatiran tentang inflasi dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang membebani pasar saham AS. “Kenaikan harga minyak dunia telah menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi, yang menekan pasar saham AS, terutama sektor teknologi,” kata seorang analis pasar di New York.

Kesimpulan Analisis Pasar

Secara keseluruhan, pasar global hari ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan tajam harga minyak dunia dan permintaan aset aman seperti emas dan dolar AS. Pasar valuta asing menunjukkan pergerakan beragam dengan mata uang utama lainnya yang lemah terhadap dolar AS, sementara pasar saham AS mengalami penurunan akibat kekhawatiran inflasi yang meningkat.

Dalam jangka pendek, pergerakan pasar akan terus dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah, data ekonomi global, dan kebijakan moneter bank sentral utama. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap risiko geopolitik dan inflasi, serta memantau perkembangan pasar secara terus-menerus. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Perpanjang Tenggat Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026, Ini Alasannya

DCNews, Jakarta — Di tengah upaya memperkuat transparansi dan...

Wow! Utang Pinjol Jawa Barat Tembus Rp23,94 Triliun, Sinyal Tekanan Ekonomi Kelas Menengah Bawah Meningkat

DCNews, Bandung — Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian...

Ancaman Pembunuhan oleh Pinjol Ilegal Dilaporkan ke OJK, Debitur di Tapanuli Utara Alami Intimidasi

DCNews, Tapanuli Utara — Seorang debitur pinjaman online di Tarutung,...

Pasar Global Hari Ini: Emas Bertahan, Minyak Melonjak, Valas Berfluktuasi, Indeks Teknologi Terkoreksi

DCNews, Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik di Timur...