DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Jumat pagi, 6 Maret 2026. Berdasarkan data resmi dari aplikasi Sahabat Pegadaian pukul 07.00 WIB, emas produksi UBS Gold tercatat berada di level Rp3.096.000 per gram, sementara emas Galeri24 diperdagangkan di harga Rp3.080.000 per gram.
Kenaikan tersebut relatif terbatas dibandingkan posisi hari sebelumnya. Harga emas UBS naik Rp5.000 dari Rp3.091.000 per gram, sedangkan Galeri24 juga meningkat Rp5.000 dari sebelumnya Rp3.075.000 per gram.
Pegadaian mencatat bahwa harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global maupun pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Produk emas Galeri24 dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Adapun harga emas produksi Galeri24 di Pegadaian per Jumat pagi adalah sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.616.000
- 1 gram: Rp3.080.000
- 2 gram: Rp6.086.000
- 5 gram: Rp15.103.000
- 10 gram: Rp30.124.000
- 25 gram: Rp74.906.000
- 50 gram: Rp149.695.000
- 100 gram: Rp299.240.000
- 250 gram: Rp746.263.000
- 500 gram: Rp1.492.526.000
- 1.000 gram: Rp2.985.050.000
Sementara harga emas UBS Gold tercatat sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.673.000
- 1 gram: Rp3.096.000
- 2 gram: Rp6.143.000
- 5 gram: Rp15.181.000
- 10 gram: Rp30.201.000
- 25 gram: Rp75.354.000
- 50 gram: Rp150.400.000
- 100 gram: Rp300.681.000
- 250 gram: Rp751.482.000
- 500 gram: Rp1.501.199.000
Sementara itu, harga emas batangan dari Antam di situs resmi Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB, sehingga pergerakan harga pada Jumat pagi ini masih menunggu pembaruan resmi.
Analisis Pasar
Kenaikan tipis harga emas domestik mencerminkan stabilisasi harga emas global yang dalam beberapa pekan terakhir bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian ekonomi internasional. Investor global masih menjadikan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah tekanan inflasi, ketegangan geopolitik, serta kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.
Di pasar domestik, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika rupiah melemah, harga emas di dalam negeri cenderung naik karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar.
Analis pasar menilai tren jangka menengah emas masih berpotensi menguat apabila ketidakpastian global bertahan. Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga diperkirakan tetap terbatas dan bergerak dalam rentang sempit seiring investor menunggu arah kebijakan moneter global berikutnya. ***

