DCNews, Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berharap industri pinjaman daring (pindar) dapat menyerap sebagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun yang dialokasikan pemerintah kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Harapan ini muncul mengingat perbankan saat ini sudah memiliki peran dominan sebagai pemberi dana (lender) di industri pindar dengan kontribusi mencapai 70 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI, Kuseryansyah yang akrab disapa Kus, di Jakarta, dikutip pada Kamis (5/3/2026). “Berdasarkan publikasi OJK, kontribusi perbankan dalam kapasitas sebagai lender di industri ini sudah mencapai 70 persen. Jadi yang kita salurkan sekarang sebenarnya adalah uang perbankan,” ujarnya.
Kus menjelaskan bahwa sebagian besar lender tersebut berasal dari perbankan digital. Namun, belum seluruh bank, terutama bank-bank yang mendapatkan penempatan dana SAL Rp200 triliun, terhubung dengan industri pindar.
Meskipun kontribusi perbankan sebesar 70 persen terhadap pendanaan industri pindar saat ini sudah tergolong baik, Kus menambahkan bahwa masih terdapat ruang untuk memperluas kerja sama, khususnya dengan bank-bank milik negara agar kapasitas penyaluran pembiayaan semakin besar.
“Kami masih punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan sinergi dengan perbankan. Sekarang sebenarnya 70 persen itu not bad, sudah sangat baik. Namun masih ada ruang untuk memperbesar jika nantinya kami bisa bekerja sama dengan bank-bank pemerintah. Ibaratnya, ruangnya akan menjadi lebih besar,” terangnya.
Ia berharap ke depan dapat terjalin komunikasi dan sinergi yang lebih baik dengan bank-bank pemerintah yang memperoleh penempatan dana SAL tersebut. Menurut Kus, apabila sebagian kecil saja dari dana Rp200 triliun tersebut dapat dialokasikan ke industri pindar, dampaknya akan cukup signifikan bagi peningkatan penyaluran pembiayaan.
“Nah ini kita juga sebenarnya ingin sekali ada komunikasi dengan bank-bank pemerintah yang punya dropping dana Rp200 triliun. Kalau pindar mendapat Rp10 triliun saja itu sudah lumayan, pasti menambah dan kami bisa menyalurkannya dengan sangat cepat,” pungkasnya. ***

