DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui Pegadaian kembali menguat pada Minggu (22/2/2026) pagi, melanjutkan tren kenaikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini mendorong harga emas cetakan UBS menembus Rp3 juta per gram, sementara Galeri24 mendekati level serupa.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Sahabat Pegadaian pukul 08.08 WIB, harga emas UBS dipatok Rp3.061.000 per gram, sedangkan Galeri24 berada di level Rp3.047.000 per gram. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan sehari sebelumnya, di mana UBS dijual Rp3.009.000 per gram dan Galeri24 Rp2.984.000 per gram.
Kenaikan harian ini memperlihatkan penguatan masing-masing Rp52.000 per gram untuk UBS dan Rp63.000 per gram untuk Galeri24.
Pegadaian menegaskan bahwa harga jual emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah. Fluktuasi harga juga dipengaruhi oleh permintaan domestik serta pergerakan harga emas dunia.
Rincian Harga Emas Galeri24
Emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Berikut daftar harganya:
- 0,5 gram: Rp1.597.000
- 1 gram: Rp3.047.000
- 2 gram: Rp6.019.000
- 5 gram: Rp14.938.000
- 10 gram: Rp29.795.000
- 25 gram: Rp74.089.000
- 50 gram: Rp148.059.000
- 100 gram: Rp295.971.000
- 250 gram: Rp738.111.000
- 500 gram: Rp1.476.222.000
- 1.000 gram: Rp2.952.443.000
Rincian Harga Emas UBS
Emas UBS dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram dengan rincian sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.655.000
- 1 gram: Rp3.061.000
- 2 gram: Rp6.075.000
- 5 gram: Rp15.011.000
- 10 gram: Rp29.863.000
- 25 gram: Rp74.510.000
- 50 gram: Rp148.713.000
- 100 gram: Rp297.309.000
- 250 gram: Rp743.052.000
- 500 gram: Rp1.484.358.000
Kenaikan harga ini terjadi di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan volatilitas pasar keuangan. Emas, sebagai aset lindung nilai (safe haven), kembali menjadi pilihan investor ritel maupun institusi untuk menjaga nilai portofolio.
Analisis Pasar: Tak Lepas Faktor Eksternal dsn Internal
Penguatan harga emas domestik tidak lepas dari kombinasi faktor eksternal dan internal. Di pasar global, harga emas cenderung menguat ketika investor mengantisipasi perlambatan ekonomi, ketegangan geopolitik, atau potensi perubahan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama. Di sisi domestik, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menentukan harga emas di dalam negeri.
Jika tren ketidakpastian global berlanjut dan rupiah bergerak stabil atau melemah tipis, harga emas berpotensi tetap bertahan di atas level Rp3 juta per gram dalam jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mencermati volatilitas pasar serta mempertimbangkan strategi pembelian bertahap (averaging) untuk mengurangi risiko fluktuasi harga harian. ***

