DCNews, Jakarta — Sabtu, 21 Februari 2026 — harga emas dunia kembali merangkak naik mendekati level psikologis USD 5.000 per ons pada perdagangan akhir pekan ini, sementara harga minyak mentah menguat tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pergerakan pasangan mata uang utama dan indeks saham teknologi seperti Nasdaq juga mencerminkan kekhawatiran investor terhadap risiko global dan arah kebijakan moneter AS. Berikut ringkasan kondisi pasar hari ini:
Emas — Safe-Haven Kembali Diminati
Harga emas global bergerak naik dan sempat menyentuh area sekitar USD 5.000 per ons, mencerminkan permintaan investor atas aset safe-haven di tengah kekhawatiran eskalasi konflik antara AS dan Iran. Volatilitas intrapekan juga tercatat cukup tinggi dengan rentang pergerakan harga yang lebar, tetapi secara teknikal emas tetap menunjukkan tren konsolidasi di level elevated.
Analisis: Sentimen geopolitik menjadi katalis utama yang menopang harga emas. Jika tekanan risiko global berlanjut, emas berpotensi mempertahankan level tinggi, meskipun setiap penguatan dolar AS dapat menekan upside jangka pendek.
Minyak — Harga Terangkat oleh Risiko Pasokan
Minyak mentah dunia mencatat kenaikan signifikan setelah pasar menanggapi ultimatum AS kepada Iran, yang memicu kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Selat Hormuz. Brent dan WTI keduanya naik hampir 6 % selama pekan berjalan, mencerminkan tekanan bullish di tengah ketidakpastian geopolitik.
Analisis: Risiko geopolitik kini menjadi pendorong utama arah minyak. Lonjakan harga bisa berlanjut jika eskalasi konflik berlanjut, tetapi faktor fundamental seperti stok minyak global juga perlu diperhatikan pelaku pasar.
Forex — EUR/USD, GBP/USD & USD/JPY
Pasangan mata uang utama menunjukkan kecenderungan yang terpengaruh oleh kekuatan dolar AS:
- EUR/USD relatif stabil namun menghadapi tekanan terbatas.
- GBP/USD bergerak sideways dengan bias melemah.
- USD/JPY menguat, mencerminkan preferensi pasar terhadap dolar sebagai safe-haven relatif terhadap yen.
Analisis: Dolar AS tampak menguat moderat, didukung oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed serta aliran modal ke aset aman. Pergerakan lanjutan masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang akan dirilis pekan depan.
Indeks Nasdaq — Saham Teknologi Mengalami Tekanan
Indeks saham teknologi AS, khususnya Nasdaq 100, menunjukkan tekanan teknikal menjelang akhir pekan setelah aksi ambil untung di sektor teknologi dan musim volatilitas yang tertahan pada level-level kunci. Indikator teknikal juga menyoroti seasonality yang cenderung lemah pada Februari sebelum potensi rebound di Maret.
Analisis: Risiko lanjutan dalam sektor teknologi dapat menjadi faktor pendorong koreksi jangka pendek pada Nasdaq, terutama jika data korporasi atau makro menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari ekspektasi.
Kesimpulan Analisis Pasar — Sabtu, 21 Februari 2026
- Emas tetap diminati sebagai aset safe-haven dengan harga yang stabil di sekitar USD 5.000/ons, didorong oleh ketegangan geopolitik.
- Minyak mentah mengalami penguatan kuat di tengah kekhawatiran pasokan global akibat risiko konflik.
- Pasangan mata uang utama (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY) menunjukkan dinamika yang mencerminkan kekuatan dolar AS dan risiko global.
- Nasdaq menghadapi tekanan teknikal jangka pendek dengan seasonality yang kurang mendukung.
Outlook: Pasar diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh isu geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat, dan tajamnya sentimen risiko global. Investor disarankan memantau rilis makro penting seperti data inflasi PCE dan GDP AS yang akan menjadi katalis utama pergerakan pasar minggu depan. ***

