DCNews, Jakarta— Pasar keuangan global pada Selasa, 17 Februari 2026, bergerak variatif di tengah penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah rilis data ekonomi utama AS. Harga emas terkoreksi, minyak mentah melanjutkan penguatan, sementara indeks saham teknologi Wall Street mengalami tekanan.
Pergerakan ini mencerminkan kombinasi sentimen risk-off moderat, dinamika geopolitik, serta ekspektasi kebijakan moneter global yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Gold (Emas)
Harga emas terkoreksi pada perdagangan Asia setelah dolar AS menguat. Penguatan greenback membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga membatasi minat beli. Selain itu, imbal hasil obligasi AS yang relatif stabil turut mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai jangka pendek.
Secara teknikal, emas masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli pada pekan sebelumnya. Investor kini menunggu katalis baru, terutama data inflasi dan pernyataan pejabat bank sentral AS.
 Oil (Minyak Mentah)
Harga minyak mentah bergerak naik didukung ekspektasi pasokan yang lebih ketat dan kekhawatiran terhadap stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pelaku pasar juga mencermati potensi penyesuaian produksi dari negara-negara produsen utama.
Kenaikan ini mempertegas sensitivitas harga energi terhadap dinamika suplai global, terutama ketika permintaan masih relatif solid di tengah pemulihan ekonomi sejumlah negara besar.
EUR/USD
Pasangan EUR/USD bergerak stabil dengan kecenderungan melemah tipis. Dolar AS yang lebih kuat menahan penguatan euro, sementara investor menilai ulang prospek kebijakan suku bunga Bank Sentral Eropa dibandingkan Federal Reserve.
Pergerakan masih terbatas dalam rentang sempit, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang data ekonomi lanjutan.
GBP/USD
Poundsterling terhadap dolar AS cenderung bergerak sideways dengan volatilitas moderat. Sentimen domestik Inggris relatif terbatas, sehingga arah pergerakan lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika dolar AS.
Jika dolar melanjutkan penguatan, GBP/USD berpotensi kembali tertekan dalam jangka pendek.
USD/JPY
USD/JPY menguat signifikan, didorong perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan. Yen melemah terhadap dolar seiring spekulasi bahwa bank sentral Jepang masih mempertahankan sikap akomodatif lebih lama dibandingkan AS.
Kenaikan pasangan ini juga mencerminkan arus modal yang kembali ke aset berbasis dolar.
Nasdaq
Indeks saham teknologi AS, termasuk yang tercermin dalam pergerakan Nasdaq, mengalami tekanan. Saham-saham teknologi cenderung melemah seiring investor mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi di tengah penguatan dolar dan ketidakpastian arah suku bunga.
Tekanan pada sektor teknologi turut membatasi penguatan indeks utama Wall Street secara keseluruhan.
Kesimpulan Analisis Pasar
Perdagangan Selasa menunjukkan pasar berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan defensif. Penguatan dolar AS menjadi tema utama yang menekan emas dan mata uang utama lain, sekaligus mendorong USD/JPY lebih tinggi. Sementara itu, minyak mendapat dukungan dari faktor suplai dan geopolitik.
Dalam jangka pendek, arah pasar akan sangat ditentukan oleh data ekonomi AS serta sinyal lanjutan dari bank sentral utama. Investor disarankan menjaga manajemen risiko karena volatilitas berpotensi meningkat menjelang rilis data penting pekan ini. ***

