DCNews, Jakarta— 10 Februari 2026: Pasar keuangan global mencatat pergerakan signifikan pada Selasa (10/02/2026), didorong oleh aksi ambil untung di beberapa aset, rebound saham teknologi dan pergerakan mata uang seiring investor menunggu rilis data ekonomi AS yang krusial. Saham Asia menguat dipimpin reli Nikkei 225 di Jepang, sementara beberapa komoditas mengalami tekanan volatilitas setelah proyeksi geopolitik mereda.
GOLD (Emas) — Volatilitas & Momentum Rebound
Harga emas dunia masih menunjukkan volatilitas tinggi di tengah sentimen pasar yang campur aduk. XAU/USD sempat berfluktuasi namun cenderung pulih setelah tekanan jual pekan lalu, mencerminkan minat beli safe-haven ketika ketidakpastian global masih membayangi. Analis melihat peluang penguatan XAU/USD tetap terbuka selama ekspektasi pasar terhadap risiko geopolitik dan kebijakan moneter tetap relevan.
Analisis Singkat: Emas belum meninggalkan tren bullish jangka menengah; namun volatilitas tinggi memerlukan kehati-hatian pada level support maupun resistance utama.
OIL (Minyak Mentah) — Tekanan Ringan di Sesi Asia
Harga minyak mentah dunia (WTI) diperdagangkan sekitar USD ~64,3 per barel, sedikit menurun dari posisi sebelumnya, dengan Brent juga stagnan di kisaran USD ~69 per barel. Meski demikian, minyak masih mempertahankan level yang relatif tinggi dalam sebulan terakhir karena risiko pasokan akibat geopolitik.
Analisis Singkat: Geopolitik dan prospek permintaan masih menjadi penentu arah harga, sementara rencana data global minggu ini dapat meningkatkan volatilitas energi.
EUR/USD — Mata Uang Eropa Bergerak Mixed
Pasangan EUR/USD menunjukkan bias bullish ringan dalam beberapa analis teknikal, mencerminkan pelemahan relatif Dolar AS dalam beberapa sesi terakhir sebelum rilis data ekonomi besar AS.
Analisis Singkat: EUR/USD dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen risiko yang lebih luas; penguatan euro bisa berlanjut jika Dolar AS menurun menjelang data utama.
GBP/USD — Tekanan Bearish Ringan
GBP/USD kembali menghadapi tekanan bearish jangka pendek karena resistensi kuat terhadap tekanan jual Inggris, dengan ruang penguatan masih terbatas hingga breakout lebih jelas.
Analisis Singkat: GBP/USD tetap rentan terhadap faktor teknikal jangka pendek, tetapi pergerakan arah masih menunggu data dan risiko eksternal.
USD/JPY — Yen Menguat, Dolar Tertahan
USD/JPY mencatat pergerakan yang didukung oleh penguatan yen setelah hasil pemilu di Jepang, membalik sebagian tekanan jual sebelumnya dan menguji level-level kunci teknikal.
Analisis Singkat: Pergerakan USD/JPY menunjukkan yen sebagai perlindungan risiko, dengan outlook tergantung pada dinamika data AS dan ekspektasi suku bunga.
NASDAQ — Tech Rebound & Sentimen Risk-On
Indeks Nasdaq Composite menunjukkan rebound moderat dalam sesi perdagangan terakhir, didorong oleh saham teknologi yang pulih dari aksi jual minggu sebelumnya. Sentimen pasar global sedikit membaik dengan indeks Asia naik dan saham teknologi AS meraih keuntungan.
Analisis Singkat: Nasdaq tetap menjadi barometer sentimen risiko; rebound saat ini menunjukkan minat beli pada sektor teknologi, namun tetap waspada dengan rilis data ekonomi penting.
Kesimpulan Analisis Pasar Harian
Sentimen Risiko Meningkat Moderat: Saham Asia, termasuk Nikkei 225, mencatat penguatan atas ekspektasi data makro global yang stabil.
- Volatilitas Komoditas: Emas dan minyak masih fluktuatif dengan momentum teknikal kuat, namun dipengaruhi oleh sentimen geopolitik yang terus berubah.
- Forex Mixed: EUR/USD menunjukkan potensi upside kecil, GBP/USD cenderung tertahan, sementara USD/JPY mencerminkan kekuatan yen pasca pemilu Jepang.
- Nasdaq Pulih: Indeks Nasdaq rebound setelah aksi jual minggu lalu, namun tetap sensitif terhadap rilis data ekonomi AS minggu ini.
Outlook Mingguan: Pasar kemungkinan mengalami volatilitas tinggi menjelang rilis data tenaga kerja dan inflasi AS yang akan menjadi katalis utama arah risk asset, komoditas, dan forex dalam beberapa hari ke depan. ***

