DCNews, Jakarta — Di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi, kinerja perekonomian Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan menguat. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan akselerasi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV-2024 yang berada di level 5,02 persen. Data itu disampaikan dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).
Secara nominal, ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 yang diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp6.147,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.474,5 triliun.
Sebagai pembanding, pada kuartal IV-2024, PDB Indonesia tercatat sebesar Rp5.675,0 triliun (ADHB) dan Rp3.296,8 triliun (ADHK). Kenaikan nilai PDB tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada penghujung tahun lalu.
“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 dibandingkan triwulan IV-2024 atau secara year on year tercatat tumbuh 5,39 persen,” ujar Amalia.
BPS juga mencatat, pada kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,04 persen (yoy), sementara secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) tumbuh 0,86 persen, menandakan adanya kesinambungan pertumbuhan menjelang akhir tahun.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Desember 2025, perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen (cumulative to cumulative/ctc), menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang relatif stabil sepanjang tahun.
Untuk keseluruhan tahun 2025, nilai PDB Indonesia atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp23.821,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp13.580,5 triliun, mencerminkan peningkatan kapasitas ekonomi domestik di tengah tekanan ekonomi global. ***

