Debt Collector Diduga Rampas Motor di Cengkareng, Pemilik Kecewa dengan Tindakan Paksa

Date:

DCNews, Jakarta— Sejumlah penagih utang diduga mencoba merampas sepeda motor milik warga di Jalan Utama 8, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Senin (2/2/2026). Insiden ini memicu keributan di lokasi ketika anak pemilik motor sedang mengendarai kendaraannya.

Pemilik motor, Suroto, menceritakan bahwa kejadian bermula saat anaknya membeli bakso. “Tiba-tiba ‘mata elang’ lewat dan langsung menanyakan motor ini punya siapa. Anak saya bilang ‘ini punya saya’,” ujar Suroto.

Menurut dia, empat penagih utang itu menahan anaknya dan sempat melakukan intimidasi. “Ini (motor) langsung dipegang. Ini enggak boleh kemana-mana, karena ada datanya nunggak,” kata Suroto menirukan perkataan debt collector tersebut.

Suroto menegaskan, ia marah atas perlakuan itu dan sempat terjadi dorong-dorongan. “Akhirnya saya paksa untuk kunci motornya saya cabut,” tambahnya.

Pemilik motor menegaskan bahwa meskipun motornya sedang menunggak cicilan selama dua bulan, debt collector tidak memiliki hak merampas kendaraan secara paksa. “Dilarang untuk merampas motor, itu bukan hak mereka,” kata Suroto. Ia menambahkan, BPKB motor tersebut tengah digadaikan untuk keperluan lain dan tunggakan sebelumnya sudah diselesaikan, meski dikenai denda.

Insiden ini menyoroti praktik penagihan utang yang kerap berada di wilayah abu-abu hukum. Meski pemilik menunggak, merampas kendaraan secara paksa tanpa prosedur resmi berpotensi melanggar hukum dan memicu konflik sosial di masyarakat. **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

APJAPI Jabar Perkuat Kompetensi Debt Collector dan Tekan Konflik Penagihan

DCNews, Bandung — Asosiasi Profesional Jasa Penagihan Indonesia (APJAPI)...

OJK Buka Peluang Koordinasi soal Wacana Indonesia Tentukan Rating Pasar Modal Sendiri

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berkoordinasi...

OJK Perpanjang Kebijakan Buyback Saham hingga Juni 2027, Perketat Pengawasan Pasar Modal

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang kebijakan...

OJK Tegaskan Hoaks Pasar Modal Bisa Dipidana, Denda Administratif Tembus Rp2,23 Triliun

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penyebaran...