DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global menutup pekan terakhir Januari 2026 dengan pergerakan yang beragam di tengah meningkatnya kehati-hatian investor. Aksi ambil untung menekan harga emas, minyak mentah bertahan di level tinggi, pergerakan pasar valuta asing berlangsung selektif, sementara indeks Nasdaq kembali melemah akibat koreksi saham teknologi.
Komoditas
Emas bergerak melemah setelah reli panjang sepanjang awal tahun. Koreksi ini dipicu oleh aksi profit taking dan stabilisasi dolar AS, meski emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian global.
Minyak mentah bertahan kuat, ditopang risiko geopolitik dan ekspektasi pasokan yang ketat. Sentimen pasar masih condong positif selama gangguan pasokan global belum mereda.
Valuta Asing
EURUSD bergerak dalam rentang sempit dengan kecenderungan konsolidasi, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan Eropa.
GBPUSD bergerak fluktuatif, dipengaruhi sentimen global dan ketidakpastian prospek ekonomi Inggris.
USDJPY mencerminkan sikap defensif pasar, dengan yen mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven.
Pasar Saham
Nasdaq melemah akibat tekanan pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Kekhawatiran terhadap valuasi dan prospek pertumbuhan laba mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi.
Kesimpulan Pasar: Fase Penyesuaian Pasar Global
Penutupan Januari 2026 menandai fase penyesuaian pasar global. Energi tetap menjadi sektor dengan sentimen terkuat, sementara emas menjalani koreksi sehat. Pasar valuta asing dan saham bergerak lebih defensif menjelang Februari, dengan volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring pelaku pasar menanti data ekonomi utama, arah kebijakan bank sentral, dan perkembangan geopolitik global. ***

