Nico Siahaan Minta Indonesia Konsisten Jalankan Amanat UUD 1945 Respons Operasi Militer AS di Venezuela

Date:

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Junico Siahaan, menegaskan pentingnya sikap konsisten Indonesia dalam menyikapi dinamika geopolitik global, menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) di Caracas, Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Junico, yang akrab disapa Nico Siahaan, menekankan bahwa Indonesia harus tetap berpegang pada amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya prinsip penolakan terhadap segala bentuk penjajahan dan komitmen menjaga perdamaian dunia.

“Kalau menurut saya, kita harus konsisten terhadap amanah UUD 1945,” kata Nico kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Menurut Nico, konsistensi politik luar negeri Indonesia menjadi kunci dalam menjaga marwah bangsa sebagai negara yang menjunjung tinggi kemerdekaan, kedaulatan, dan keadilan global. Ia menilai prinsip tersebut harus berlaku universal, tanpa melihat siapa negara pelaku maupun siapa yang menjadi korban.

“Sikap kita terhadap isu kedaulatan harus konsisten, sebagaimana perjuangan kita membela saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.

Nico tidak menampik bahwa operasi militer AS di Venezuela dapat dipandang sebagai bentuk penjajahan dalam konteks modern. Peristiwa tersebut, kata dia, mencerminkan rapuhnya tatanan internasional dalam menegakkan keadilan dan menghormati kedaulatan negara.

“Banyak yang mengecam, tetapi tidak diikuti dengan tindakan tegas, terutama dari PBB yang seharusnya menjaga perdamaian dunia dan keamanan internasional,” kata Nico.

Ia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu mengambil peran yang lebih aktif dan tegas dalam merespons konflik global yang melibatkan pelanggaran kedaulatan negara. Ketidaktegasan lembaga internasional tersebut, menurutnya, berpotensi menciptakan preseden buruk bagi stabilitas dan perdamaian dunia.

Nico juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi moral yang kuat untuk bersuara di forum internasional. Sejak awal kemerdekaannya, Indonesia secara tegas menolak penjajahan dalam konstitusi negara.

“Konsistensi ini penting agar Indonesia tetap dipercaya sebagai bagian dari komunitas global yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nico berharap pemerintah Indonesia dapat mengoptimalkan jalur diplomasi multilateral untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta mendesak lembaga internasional agar tidak bersikap ambigu terhadap tindakan yang mengancam kedaulatan suatu negara.

Menurutnya, tanpa sikap tegas dan nyata dari komunitas internasional, khususnya PBB, praktik kekerasan dan intervensi sepihak berisiko menjadi hal yang dianggap wajar, sehingga merusak upaya kolektif menjaga perdamaian dan keamanan global. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perang AS-Iran Menuju Akhir? Kesepakatan Awal Picu Penurunan Harga Minyak Dunia

DCNews, Washington – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah...

OJK Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Debitur Valas, Perbankan Diminta Perkuat Manajemen Risiko

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan bahwa pelemahan...

Swedia Hancurkan Tunisia 5-1 di Piala Dunia 2026, Yasin Ayari Cetak Dua Gol

DCNews, Jakarta — Tim nasional Swedia membuka kiprahnya di...

Diduga Gelapkan Mobil Investor untuk Judi Online dan Pinjol, Polisi Tangkap Pengelola Showroom

DCNews, Tangerang Selatan — Kepercayaan dalam bisnis jual beli...